Suasana di Pabrik Sepeda Polygon

Dari Sidoarjo, Sepeda Polygon Melanglang Buana ke Penjuru Dunia

14 Agustus 2021 16:23
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
Sebuah usaha kecil perakitan sepeda tahun 1989 yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur, tak pernah disangka akan menjadi pusat perhatian dunia. Soejanto Widjaja adalah orang di balik berdirinya PT Insera Sena yang kini telah beroperasi lebih dari 30 tahun tersebut.
ADVERTISEMENT
Soejanto yang merupakan anak pedagang sepeda ini memulai usahanya dengan melayani perakitan khusus untuk pesanan Eropa pada awal-awal tahun berdiri. Ia memahami betul bagaimana selera konsumen mancanegara terhadap kereta angin tersebut.
Hal ini yang membuat permintaan dari Eropa berkembang pesat. Pria yang akrab dipanggil Ko Janto terus melayani perakitan untuk pesanan Eropa sekitar satu dekade. Perjalanan panjang ini ia gunakan untuk terus mempelajari cara memproduksi sepeda dengan kualitas ekspor.
"Nah di sana belajar untuk mengembangkan sendiri brand kami yaitu Polygon," kata Corporate Communication Insera Sena Veronica Vivin kepada kumparan, Senin (1/7).
Dari Sidoarjo, Sepeda Polygon Melanglang Buana ke Penjuru Dunia (52779)
zoom-in-whitePerbesar
Sepeda Polygon. Foto: Instagram.com/polygonbikes
Sejak kemunculan Polygon, Ko Janto mulai fokus untuk membangun merek. Berbekal gelar sarjana jurusan teknik mesin ITB, Ko Janto mencari tahu sistem produksi sepeda yang dapat diserap pasar dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Sekitar 1997, Polygon mulai menjajaki pasar dalam negeri. Namun, sayangnya Polygon sempat mengalami hambatan karena harga produksi yang tinggi. Akhirnya harga penjualan di pasaran makin mahal dan tidak terserap.
Kendati demikian, Veronica menyebut kegagalan merupakan bagian dari pembelajaran untuk mengembangkan produk yang lebih baik. "Seperti itu, kita jadi proses learning untuk development produk yang lain," ungkapnya.
Perlahan tapi pasti, Polygon terus mencari insight baru untuk memenuhi konsumen dalam negeri. Hingga pada tahun 2010 menjadi titik awal perusahaan akhirnya mampu memasok pasar domestik dan mancanegara.
Dari Sidoarjo, Sepeda Polygon Melanglang Buana ke Penjuru Dunia (52780)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di tempat pengiriman online Sepeda Polygon. Foto: polygonbikes.com
Ko Janto menjaga jaringan distributor asing untuk melebarkan sayap ke Benua Amerika, Australia, dan United Kingdom (UK). Hingga kini Polygon dikenal sebagai brand sepeda gunung atau Mountain Bike (MTB) yang berkualitas.
ADVERTISEMENT
Veronica menjelaskan strategi perusahaan dalam jangka panjang yaitu akan terus mencari partner. Partner di sini yaitu mitra yang mau bersama-sama membangun brand dan menjual produk Polygon melalui retail resmi.
Perusahaan akan lebih memaksimalkan pasar mancanegara melalui beragam inovasi. Beberapa inovasi Polygon yang diakui dunia antara lain, Floating Suspension System di tahun 2012, menciptakan tren bersepeda, salah satunya tren Enduro-All Mountain di tahun 2016. Adapun saat ini jaringan mitra sebanyak 300 outlet di Indonesia, dan lebih dari 650 outlet di luar negeri.