Bisnis15 September 2020 20:30

Data Pergerakan Utang Luar Negeri Indonesia yang Merana karena Corona

Konten Redaksi kumparan
Data Pergerakan Utang Luar Negeri Indonesia yang Merana karena Corona (321315)
Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Virus corona memukul perekonomian Tanah Air. Pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi terkontraksi hingga minus 5,32. Jika pada kuartal III belum ada perubahan, Indonesia diprediksi masuk ke dalam jurang resesi.
ADVERTISEMENT
Di tengah situasi yang serba sulit itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus membengkak. Bank Indonesia mencatat, ULN Indonesia per Juli 2020 ada di angka USD 409,7 miliar atau sekitar Rp 6.063 triliun (kurs USD 1 = Rp 14.800).
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Onny Widjanarko, mencatat posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral) ada di angka USD 201,8 miliar atau sekitar Rp 2.986 triliun. Sementara itu, ULN swasta (termasuk BUMN) ada di angka USD 207,9 miliar atau sekitar 3.076 triliun.
Data Pergerakan Utang Luar Negeri Indonesia yang Merana karena Corona (321316)
com-Finmas, ilustrasi utang Foto: Shutterstock
"Pertumbuhan ULN Indonesia pada Juli 2020 tercatat 4,1 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 5,1 persen (yoy),” kata Onny melalui publikasi resmi Bank Indonesia, Selasa (15/9).
ADVERTISEMENT
Berdasarkan catatan kumparan, ada kenaikan ULN yang signifikan sejak pandemi merebak. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya pun cukup kontras.
Berikut data pergerakan ULN Indonesia:
Berdasarkan grafik itu, ULN Indonesia pada Maret 2020 ada di angka Rp 5.792 triliun. Angkanya kemudian bergerak fluktuatif hingga mencapai Rp 6.063 triliun.
Sementara itu, tak ada kenaikan yang signifikan pada periode yang sama tahun lalu. Pada tahun 2019, ULN Indonesia ada di level Rp 5.000 triliun dan cenderung stabil.
Meski ULN Indonesia terus membengkak, struktur Utang Luar Negeri Indonesia untuk saat ini dinilai tetap sehat. Berdasarkan catatan BI, Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir Juli 2020 ada di angka 38,2 persen.
Data Pergerakan Utang Luar Negeri Indonesia yang Merana karena Corona (321317)
Infografik Aturan PSBB Jakarta. Foto: Allichia Aulia Ahadna/kumparan
Sementara itu, perkembangan ULN sektor publik Juli 2020 disebabkan adanya penarikan sebagian komitmen lembaga multilateral dan penerbitan Samurai Bonds. BI mencatat, ada kebutuhan pembiayaan, termasuk untuk penanganan pandemi COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
ADVERTISEMENT
Selama pandemi, ekonomi memang terpuruk. Agar pertumbuhan ekonomi melesat, masyarakat perlu diberikan insentif. Tujuannya agar daya beli masyarakat meningkat dan roda perekonomian berputar.
Dalam rapat terbatas bersama para menteri, Presiden Jokowi optimistis masih memiliki waktu agar pertumbuhan ekonomi bisa positif. Dengan demikian, kata dia, Indonesia bisa terhindar dari resesi.
"Terakhir pemulihan ekonomi nasional kita masih punya waktu sampai akhir September untuk meningkatkan daya beli dan lain-lain," kata Jokowi, Senin (14/9).
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white