Deretan Proyek Pangeran Abu Dhabi di RI: dari Masjid hingga Ibu Kota Baru

4 November 2021 12:29
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Deretan Proyek Pangeran Abu Dhabi di RI: dari Masjid hingga Ibu Kota Baru (1049)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: ANTARA FOTO/Setpres-Laily R
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi melakukan pertemuan dengan Pangeran Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohamed bin Zayed (MBZ) di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, pada Rabu (4/11). Sejumlah isu penting dibahas.
ADVERTISEMENT
Kedatangan Jokowi salah satunya untuk mengundang secara langsung MBZ hadir ke KTT G20 di Bali pada 2022 mendatang. Namun, keduanya juga turut membahas seputar pembangunan ibu kota baru.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Dalam pertemuan berdurasi 2,5 jam tersebut, Presiden Jokowi dan Putra Mahkota MBZ berkomitmen memperkuat kerja sama dan kemitraan dalam pembangunan ibu kota baru.
"Beliau mengarahkan untuk terus diintensifkan khusus membahas mengenai pembangunan ibu kota baru," ujar Retno dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (4/11).
Deretan Proyek Pangeran Abu Dhabi di RI: dari Masjid hingga Ibu Kota Baru (1050)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widododisambut Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (3/11). Foto: Laily Rachev/Biro Pers Sekretariat Presiden
Sebelumnya, UEA memang telah berinvestasi hingga triliunan rupiah di Indonesia. MBZ juga telah menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi pada pembangunan ibu kota baru di Kalimantan.
MBZ pun dipercaya oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Ketua Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru, bersama dengan Masayoshi Son dan Tony Blair.
ADVERTISEMENT

Proyek-proyek Pangeran MBZ di Indonesia

Pada Maret 2021 lalu, Pangeran MBZ menyampaikan komitmen investasi sebesar USD 10 miliar atau setara dengan Rp 140 triliun (asumsi kurs Rp 14.000), untuk ditempatkan di Lembaga Pengembangan Investasi (LPI) bernama Indonesia Investment Authority (INA).
Keputusan itu diambil Mohamed Bin Zayed, setelah ditelepon Presiden Jokowi.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
"Investasi ini merupakan buah manis dari komunikasi melalui sambungan telepon antar pimpinan kedua negara. Pada senja menjelang Maghrib pukul 17.30 WIB hari Jumat tanggal 19 Maret 2021, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) melakukan pembicaraan dengan MBZ," demikian keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, 23 Maret 2021.
MBZ juga merealisasikan berbagai komitmen investasi, mulai dari sektor energi terbarukan, pelabuhan, hingga menghadiahkan sebuah masjid di Kota Solo. Proyek pembangunan yang dimulai 6 Maret 2021 lalu itu, berlokasi di Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah.
Deretan Proyek Pangeran Abu Dhabi di RI: dari Masjid hingga Ibu Kota Baru (1051)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: ANTARA FOTO/Setpres-Laily R
Kabar terbaru, UEA berencana untuk investasi ke fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Indonesia. Dikutip dari Reuters pada 13 April 2021, rencana tersebut dikemukakan oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail al-Mazrouei.
ADVERTISEMENT
Berkat kerja sama yang makin erat, jalan Tol Layang Japek pun kini dinamai dengan nama Pangeran Abu Dhabi itu. Hal ini disebut-sebut dilakukan atas permintaan Sekretariat Presiden. Acara peresmian nama jalan Tol Layang Japek sebagai jalan Mohamed Bin Zayed, dilakukan pada 12 April 2021.

Sosok Pangeran MBZ

Sheikh Mohamed bin Zayed bin Sultan Al Nahyan yang lahir pada 11 Maret 1961 ini merupakan putra mahkota UEA sekaligus merangkap jabatan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA. Ayahnya, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan merupakan presiden pertama UEA yang menjadi bapak bangsa.
MBZ menduduki posisi Ketua Abu Dhabi Executive Council yang memberinya wewenang atas keputusan-keputusan strategis di bidang ekonomi. Ia juga merupakan Kepala Dewan untuk Pengembangan Ekonomi Abu Dhabi (ABCED), anggota Dewan Petroleum Tertinggi UEA, dan menjadi penasihat khusus Presiden UEA, Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang merupakan kakak kandungnya.
Deretan Proyek Pangeran Abu Dhabi di RI: dari Masjid hingga Ibu Kota Baru (1052)
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Putra Mahkota Abu Dhabi/Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan (kiri) saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Melalui statusnya, MBZ memiliki peran kunci di dalam pemerintahan UEA yang mana membuatnya leluasa untuk memutuskan bermacam kebijakan, salah satunya kerja sama ekonomi dengan berbagai negara termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
Perjalanan karier MBZ bermula ketika ia menjalani pendidikan sekolah di Al-Ain, Abu Dhabi, dan sempat di Gordonstoun, Skotlandia hingga 1979. Di awal tahun yang sama, ia bergabung dengan Akademi Militer Kerajaan Sandhurst, Inggris dan dilatih sejumlah aktivitas militer, dan lulus pada April 1979.
Setelah lulus ia kembali ke UEA dan bergabung dengan kursus pelatihan perwira Sharjah, UEA. Di bidang militer UEA, ia memegang sejumlah peran penting seperti Perwira Pasukan Amiri yang merupakan pasukan keamanan elite UEA, sempat menjadi pilot Angkatan Udara UEA, hingga kini menjadi Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.