kumparan
18 Des 2018 18:40 WIB

Devisa Negara Bertambah Rp 396 Miliar dari Pertemuan IMF-WB di Bali

Seminar 'The Bali Fintech Agenda' rangkaian penyelenggaraan pertemuan tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Kamis (11/10). (Foto: ANTARA FOTO/ICom/Am IMF-WBG/Zabur Karuru)
Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) pada 8-14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali, membawa dampak bagi perekonomian Indonesia.
ADVERTISEMENT
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan devisa yang masuk ke Indonesia dari perhelatan besar ini mencapai Rp 396 miliar. Rinciannya sebanyak Rp 341 miliar dari peserta asing sementara Rp 55 miliar dari para delegasi IMF-WB.
"Devisa masuk adalah Rp 396 miliar," ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Selasa (18/12).
Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di COP24 Polandia. (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
Sementara itu, selama tujuh hari perhelatan IMF-WB, pengeluaran peserta mencapai Rp 341 miliar untuk peserta mancanegara dan Rp 241 miliar untuk peserta domestik. Pengeluaran tersebut sebagian besar dialokasikan untuk akomodasi, makanan dan minuman, serta kriya tangan.
"Pengeluaran, spending peserta mancanegaranya Rp 341 miliar dan domestik Rp 241 miliar. Kebetulan yang datang kan dari CEO kelas dunia, pejabat dari berbagai negara," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Adapun total peserta yang datang pada perhelatan tersebut mencapai 34.761 orang dari 189 negara. Sebanyak 3.641 merupakan delegasi dan lebih dari 31.000 peserta nondelegasi.
"Dari mancanegara dominan, dari domestiknya hanya 672 peserta," tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan