Bisnis
·
15 September 2021 11:09
·
waktu baca 2 menit

Di Balik Keinginan Jokowi Kembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Di Balik Keinginan Jokowi Kembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik (100196)
searchPerbesar
Presiden Jokowi. Foto: Youtube/Kementerian Perdagangan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi ini melakukan groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang nilai investasinya mencapai USD 1,1 miliar, setara dengan Rp 15,95 triliun (kurs dolar Rp 14.500). Pabrik tersebut dimiliki oleh PT HKML Baterai Indonesia.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Jokowi menjelaskan alasan pemerintah mendorong tumbuhnya industri baterai dan kendaraan listrik di Tanah Air. Menurut Jokowi, era kejayaan komoditas sudah berakhir. Indonesia harus bertransformasi menjadi negara pengekspor produk bernilai tambah, bukan barang mentah lagi.
Karena itu, hilirisasi harus dilakukan. Indonesia sebagai pemilik cadangan nikel terbesar dunia tidak bisa lagi hanya menjadi pengekspor bijih nikel. Jokowi ingin kekayaan nikel tersebut diolah di dalam negeri menjadi barang-barang bernilai tinggi, mulai dai baterai hingga kendaraan listrik.
Daripada hanya menjual bijih nikel, Indonesia akan memperoleh untung jauh lebih besar jika mengekspor baterai dan kendaraan listrik.
"Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi sel baterai nilainya bisa meningkat 6-7 kali lipat. Dan jika menjadi mobil listrik akan meningkat lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat," papar Jokowi dalam siaran youtube Sekretariat Presiden, Rabu (15/9).
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Di Balik Keinginan Jokowi Kembangkan Industri Baterai Kendaraan Listrik (100197)
searchPerbesar
Model menunjukan teknologi pengisian energi untuk kendaraan listrik masa depan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Selain itu, Jokowi menambahkan, pengembangan industri baterai kendaraan listrik juga akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari berbagai industri turunan seperti motor listrik, bus listrik, dan mobil listrik.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik, pemerintah juga akan terus menggulirkan reformasi struktural untuk memberikan kepastian hukum dan memberikan kemudahan perizinan kepada para pelaku usaha, para investor untuk mengembangkan usahanya di negara kita Indonesia," tegasnya.
Ditargetkan dalam 3-4 tahun ke depan Indonesia dapat produsen utama kendaraan listrik. Termasuk fasilitas penunjang seperti baterai. "Melalui manajemen yang baik, manajemen pengelolaan yang baik, Indonesia akan menjadi produsen utama produk-produk barang jadi berbasis nikel seperti baterai lithium, baterai listrik, baterai kendaraan listrik," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Kata Jokowi, pemerintah Indonesia juga terbuka untuk bekerja sama dengan negara-negara sahabat untuk investasi dalam industri baterai dan kendaraan listrik.
"Saya berpesan agar kolaborasi yang terbangun bukan hanya di antara perusahaan-perusahaan besar atau BUMN-BUMN kita tetapi juga melibatkan usaha mikro kecil dan menengah," tutupnya.