kumparan
search-gray
Bisnis12 November 2019 10:18

Di Hadapan Mendag, Aprindo Minta 11 November Jadi Hari Ritel Nasional

Konten Redaksi kumparan
Di Hadapan Mendag, Aprindo Minta 11 November Jadi Hari Ritel Nasional (45830)
Pengunjung Mal di Kota Kasablanka Foto: Indra Subagja/kumparan
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menggelar Musyawarah Nasional ke-VII di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (12/11).
ADVERTISEMENT
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum DPP Aprindo Roy N Mandey menyampaikan harapannya kepada pemerintah agar tanggal 11 November dijadikan hari ritel nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung di hadapan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto yang hadir di lokasi. Selain itu, hadir pula Dirut Bulog Budi Waseso (Buwas).
“Ada satu harapan dan permintaan kami Pak bahwa kami kemarin baru 25 tahun berdiri di Indonesia. Tanggal 11 November Aprindo berjalan 25 tahun. Kita mengajukan setiap tanggal 11 November menjadi hari ritel nasional,” kata Roy di Hotel Aryaduta yang disambut tepuk tangan oleh para peserta di Hotel Aryaduta, Selasa (12/11).
Di Hadapan Mendag, Aprindo Minta 11 November Jadi Hari Ritel Nasional (45831)
Ketua APRINDO, Roy Mandey Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Roy mengungkapkan alasan permintaan tersebut sebagai wujud kinerja selama ini yang dilakukan Aprindo. Menurutnya, sudah banyak yang dilakukan Aprindo dalam membantu perekonomian di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Apa yang akan dilakukan kita tunjukkan kepada bangsa negara kita bahwa ritel memberikan kontribusi aktif, riil, penyerapan UMKM, membuka investasi,” ujar Roy.
“Dan kita akan banyak melakukan program-program dalam rangka hari ritel nasional setiap tahun pada 11 November,” tambahnya.
Di Hadapan Mendag, Aprindo Minta 11 November Jadi Hari Ritel Nasional (45832)
Munas Aprindo di Hotel Aryaduta Jakarta. Foto: Moh Fajri/kumparan
Roy menyampaikan, saat ini Aprindo sudah ada di 30 provinsi seluruh Indonesia. Ia merasa kehadiran Aprindo di seluruh wilayah Indonesia akan banyak membantu khususnya dalam membantu stabilitas harga di pasar.
“Jadi tinggal 4 (provinsi) karena memang kami hadir bukan hanya untuk DPP. Kita hadir untuk juga memajukan daerah karena Indonesia ini besar, berarti kita juga harus besar,” tutur Roy.
Munas ke-VII ini bertujuan salah satunya membuat program kerja, penguatan organisasi, sampai pemilihan pengurus dan Ketua Umum untuk menjalankan Aprindo.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white