Bisnis
·
24 April 2021 13:09

Didera Kerugian, BUMN Karya Ramai-ramai Jual Tol

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Didera Kerugian, BUMN Karya Ramai-ramai Jual Tol (71529)
searchPerbesar
Foto udara pembangunan proyek jalan tol Trans Sumatera ruas Palembang-Bengkulu Seksi Indralaya-Prabumulih di Indralaya, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (18/3/2021). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTO
Kerugian yang melanda BUMN karya menjadi sorotan. Banyak yang menilai pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tanpa melihat kemampuan keuangan perusahaan pelat merah.
ADVERTISEMENT
Seperti yang terjadi pada PT Waskita Karya Tbk (WSKT), yang rugi Rp 7,37 triliun pada laporan keuangan 2020. Padahal pada 2019 masih mencatatkan laba bersih senilai Rp 938,14 miliar.
Selain itu, PT Hutama Karya (Persero) juga mencatatkan kerugian Rp 2,09 triliun sepanjang tahun buku 2020. Padahal pada 2019 BUMN penerima penugasan proyek jalan Tol Trans Sumatera ini, meraup laba bersih Rp 1,99 triliun.
Saat ini, perusahaan pelat merah terus kini ramai-ramai menjual ruas jalan tol yang mereka garap. Dana hasil penjualan akan digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan terhadap kreditur.

Waskita Karya

PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali melepas salah satu ruas tol melalui anak usahanya PT Waskita Toll Road. Divestasi atau penjualan 30 persen saham ini dilakukan terhadap Tol Medan - Kualanamu - Tebing Tinggi.
ADVERTISEMENT
Saham PT Jasa Marga Kualanamu Tol ini dilepas ke investor asal Hong Kong, Kings Ring Ltd dengan nilai mencapai Rp 824 miliar. Kesepakatan ini telah ditempuh lewat penandatanganan transaksi di Kementerian BUMN hari ini, Kamis (22/4).
Direktur Utama Waskita Karya, Destiawan Soewardjono, menyebut divestasi ini merupakan langkah awal dari rencana pelepasan sembilan ruas tol milik perseroan. Dalam kesempatan tersebut, ia memberi sinyal bahwa transaksi lainnya bakal digelar tahun ini juga.
"Program divestasi ruas tol sejalan dengan strategi Waskita untuk meningkatkan kinerja dengan asset recycle. Beberapa ruas lain masih dalam proses negosiasi dan tahap studi oleh investor," jelas Destiawan dalam keterangan tertulis, Kamis (22/4).
Didera Kerugian, BUMN Karya Ramai-ramai Jual Tol (71530)
searchPerbesar
Tol Pekanbaru-Dumai di Riau merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.878 kilometer. Foto: FB Anggoro/Antara Foto
Hutama Karya
Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto menyatakan pihaknya memang berencana untuk menjual berapa ruas tol khususnya ruas yang sudah memiliki trafik yang baik.
ADVERTISEMENT
“Betul, Pak. Jadi kemungkinan yang bisa kami jual adalah ruas Bakauheuni sampai Palembang, Pak. Yang trafiknya lumayan. Juga Pekanbaru Dumai,” ujar Budi Harto dalam RDPU dengan Komisi XI DPR RI, Selasa (17/11).
Namun Budi Harto mengaku rendahnya level Internal Rate of Return (IRR) atau rasio pengembalian modal membuat pihaknya kesulitan untuk menjual kedua ruas tol tersebut.
“Memang IRR terlalu kecil sehingga kami kesulitan untuk melakukan penjualan,” ujarnya.
PTPP Jual Saham Tol di Medan ke Investor Hong Kong
Direktur Utama PT PP, Novel Arsyad, menjelaskan pihaknya telah menandatangani perjanjian jual beli atau sales purchase agreement (SPA) 15 persen saham di PT JMKT dengan investor asal Hong Kong, Kings Ring Limited. Nilai transaksi penjualan jalan tol tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 412 Miliar.
ADVERTISEMENT
“Aksi Korporasi ini merupakan salah satu momentum penting bagi PT PP di mana kami sangat menyambut baik terjalinnya kesepakatan ini. Dengan dilakukannya penandatanganan Akta Jual Beli Saham atau Sales Purchase Agreement (SPA) ini tentunya dapat meningkatkan kepercayaan para investor baik lokal maupun asing terhadap PT PP," kata Novel melalui keterangan tertulis, Jumat (23/4).
Menurutnya, PT JMKT merupakan salah satu portofolio investasi terbaik yang dimiliki oleh perusahaan di mana telah menunjukkan kinerja yang baik. Laju harian rata-rata di jalan tol ini telah melampaui target yang tertera pada rencana bisnis.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020