Dikerjakan 1.600 Orang, Pembangunan RS Corona di Pulau Galang Sudah 78 Persen

25 Maret 2020 18:23 WIB
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) di Pulau Galang. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
zoom-in-whitePerbesar
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (tengah), Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri) dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kedua kanan) di Pulau Galang. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
ADVERTISEMENT
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya COVID-19 atau virus corona di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Pembangunan fasilitas tersebut sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo dengan target selesai akhir Maret 2020. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 78 persen.
ADVERTISEMENT
"Secara keseluruhan progres konstruksi sudah 78 persen dan optimistis selesai pada 28 Maret 2020. Material konstruksi saat ini sudah di lokasi semua. Saat ini tenaga kerja di lapangan berjumlah 1.600 orang," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular di Pulau Galang, Rabu (25/3).
Foto aerial progres pembangunan rumah sakit khusus Corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (25/3). Foto: ANTARA FOTO/Bobby
Pada peninjauan kali ini, Basuki mengajak Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Aziz.
Lokasi yang dipilih untuk pembangunan fasilitas tersebut yaitu di eks kamp pengungsi Vietnam dan area pengembangan yang berjarak 60 km dari Bandara Hang Nadim dan 56 km dari Kota Batam dengan memanfaatkan lahan seluas 20 hektar dari total luas area 80 hektar.
ADVERTISEMENT
"Tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) saja, tetapi juga fasilitas pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain,” kata Menteri Basuki.
Pekerja membangun Rumah Sakit Khusus Corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Foto: Antara/M N Kanwa
Menteri Basuki minta agar kontraktor memenuhi target waktu yang direncanakan, yakni 28 Maret 2020. Namun dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan kerja terkait wabah COVID-19, terutama dalam menjaga kebersihan dan jarak aman dalam berkomunikasi.
Rencana kapasitas tampung sebanyak 1.000 tempat tidur untuk Fasilitas Penampungan/Karantina/Observasi terhadap Penyakit yang disebabkan virus corona atau COVID-19. Pada Tahap I, RS Corona ini akan memiliki 360 tempat tidur dan Tahap II sebanyak 640 tempat tidur.
Pembangunan fasilitas observasi penyakit menular di Pulau Galang dibagi menjadi 3 Zonasi, yakni Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang dan power house. Untuk progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 80 persen, mess petugas 80 persen, dan mess dokter 80 persen. Selanjutnya untuk gedung sterilisasi saat ini progres konstruksinya sudah 97 persen, gedung farmasi 97 persen, gedung gizi 97 persen, gedung laundry 97 persen, gudang 97 persen, dan power house 97 persen.
Pekerja membangun Rumah Sakit Khusus Corona (COVID-19) di Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau. Foto: Antara/M N Kanwa
Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter (helipad), dan zona utilitas. Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta saat ini sudah selesai dipasang sebanyak 4 modul untuk ruang observasi berkapasitas 5 tempat tidur.
ADVERTISEMENT
Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Diana Kusumastuti menambahkan, berbagai perlengkapan medis akan dikirim ke Pulau Galang mulai sore ini dengan pesawat Hercules TNI.
Pada tahap awal akan dibangun 2 gedung bertingkat 2 berada di Zona B yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina (termasuk isolasi) terdiri dari ruang observasi dan ruang isolasi untuk Intensive Care Unit (ICU) dan untuk Non ICU. Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU (20 bed) mencapai 71 persen, Gedung Observasi 1 (50 bed) sebesar 56 persen, Gedung Observasi 2 (50 bed) sebesar 59 persen, Gedung Observasi 3 (240 bed) sebesar 64 persen, dan penataan kawasan 70 persen. Sedangkan untuk pembangunan landasan helipad saat ini progres fisiknya sudah rampung 100 persen.
Suasana saat Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis meninjau Pulau Galang. Foto: ANTARA FOTO/M N Kanwa
Selain itu, di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang, fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi. Terakhir Zona C adalah untuk tahap berikutnya (menyesuaikan kebutuhan) dengan memanfaatkan cadangan lahan.
ADVERTISEMENT
Keseluruhan pekerjaan berlangsung dibawah supervisi Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Kepulauan Riau, Ditjen Cipta Karya. Bertindak selaku kontraktor pelaksana adalah PT Waskita Karya dan PT Wijaya Karya, sedangkan konsultan Manajemen Konstruksi adalah PT Virama Karya.

Penyediaan Air Baku

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA juga telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 km bersumber dari Waduk Monggak Rempang yang memiliki debit 232 liter/detik dan tengah dipasang pompa air berkapasitas 5 liter/detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank. Progresnya telah mencapai 100 persen.
Selain itu juga dilakukan pengerukan dan perluasan kapasitas embung yang berada di Pulau Galang untuk mendukung penyediaan air baku fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang dengan progres saat ini sudah rampung 100 persen.
ADVERTISEMENT