kumparan
8 Desember 2019 10:18

Direktur Operasi dan Teknik Dicopot Erick Thohir, Garuda Dalam Bahaya?

Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda lipat premium Brompton melalui pesawat Airbus A330-900 Neo milik PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) berbuntut panjang. Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara, dipecat akibat hal tersebut.
ADVERTISEMENT
Menteri BUMN Erick Thohir juga memberhentikan sementara para direksi yang terlibat langsung maupun tidak langsung pada kasus penyelundupan mewah tersebut. Total ada 5 direksi Garuda yang diberhentikan, termasuk Ari Askhara.
Jabatan Direktur Teknik dan Layanan serta Direktur Operasi juga kosong. Sebab, Iwan Joeniarto dan Bambang Adisurya Angkasa pun dicopot oleh Erick Thohir. Kekosongan kedua jabatan itu membuat keselamatan penerbangan Garuda dipertanyakan.
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo
Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal FIrdaus/kumparan
Pengamat kebijakan publik yang juga pelanggan setia Garuda Indonesia, Agus Pambagyo, mengungkapkan bahwa Garuda harusnya kini tak bisa beroperasi. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan sudah mengaturnya.
"Sebagai protes pribadi, saya membatalkan penerbangan saya dengan GA. Tidak ada yang boleh bermain-main dengan keselamatan penerbangan. Membiarkan GA tetap beroperasi tanpa pejabat-pejabat di atas merupakan pelanggaran UU Penerbangan dan CASR ICAO," tegas Agus dalam pernyataannya seperti dikutip kumparan, Minggu (8/12).
ADVERTISEMENT
Ia menambahkan, dirinya sudah menyampaikan langsung ke Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan agar segera menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Teknik dan Layanan serta Plt Direktur Operasi Garuda Indonesia.
"Saran saya, Menteri BUMN dan Kemenhub harus bekerja dan putuskan Plt DO (Director of Operation) dan DM (Director of Engineering and Services) secepatnya hari ini," ucapnya.
LIPSUS, Airasia, Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik
Agus Pambagio, pengamat kebijakan publik. Foto: Ulfa Rahayu/kumparan
Agus menekankan, keselamatan dan keamanan penerbangan harus dijamin. Pemerintah harus bertanggung jawab agar penumpang Garuda Indonesia tak dirugikan.
"Menurut saya ini keputusan ceroboh pemerintah membiarkan GA tetap beroperasi tanpa ada 2 pejabat tertinggi yang paling bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan penerbangan," tutupnya.