Bisnis15 Juni 2020 19:00

Dirut Pertamina Beberkan Lagi Alasan Harga BBM Belum Perlu Turun

Konten Redaksi kumparan
Dirut Pertamina Beberkan Lagi Alasan Harga BBM Belum Perlu Turun (9970)
Karyawan melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kendaraan konsumen di SPBU Coco Plaju, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/2). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, kembali membeberkan alasan perusahaan tak juga menurunkan harga BBM. Menurut dia, kebijakan harga BBM sepenuhnya diatur oleh pemerintah.
ADVERTISEMENT
Nicke menjelaskan, dengan kondisi pandemi COVID-19 yang sempat membuat harga minyak dunia minus dalam sehari, bisa saja Pertamina menutup kilang-kilang yang dikelolanya di dalam negeri. Lantas, perusahaan mengimpor minyak murah
Akan tetapi, jika keputusan itu diambil, hanya bersifat sementara sebab harga minyak dunia bergerak fluktuatif. Meski saat ini masih rendah, tapi bergerak naik, jauh dari harga minus.
"Kalau kemudian kilang ditutup, kita akan kembali ke zaman dulu, tergantung impor. Ketika harga minyak naik, kita terlambat lagi. Terus kita teriak lagi "ini mafia, suka impor". Maksud saya begini, dalam situasi ini kita harus melihat ke depan tentang kemandirian energi," katanya dalam diskusi secara daring, Senin (15/6).
Jika keputusan penutupan kilang dilakukan karena Pertamina lebih memilih membeli BBM dengan harga murah, Indonesia hanya akan mengandalkan impor.
Dirut Pertamina Beberkan Lagi Alasan Harga BBM Belum Perlu Turun (9971)
Menteri ESDM Arifin Tasrif didampingi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengunjungi Terminal BBM Plumpang, Jakarta Utara, Senin (23/12). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Kalau sudah begitu, ketika ada suatu negara yang melakukan pembatasan wilayah atau lockdown, Indonesia akan kelimpungan mencari sumber minyak karena kilang dalam negeri tak beroperasi.
ADVERTISEMENT
"Jadi, decision (keputusan tetap pertahankan harga BBM) itu karena memang harus kita buat dan pemerintah juga paham betul. Kalau kita setop, bagaimana ketahanan energi jangka panjang?" lanjutnya.
Pertamina juga menepis tudingan jika harga minyak dunia naik, perusahaan langsung menaikkan harga BBM. Menurut dia, perusahaan bahkan harus menunggu tiga bulan baru bisa menaikkan harga BBM.
Menurut Nicke, tak bisa juga membandingkan harga minyak BBM dalam negeri dengan negara lain. Sebab, setiap negara menghadapi kondisi berbeda.
Jika Pertamina hanya sebagai perusahaan jual-beli minyak dan bukan BUMN, dia yakin pasti lebih mudah melakukan kebijakan naik dan turun harga BBM.
"Lihat dulu situasinya seperti apa, kecuali kita trader company, jual-beli. Tapi apa kabarnya dengan ketahanan energi? Pertamina adalah BUMN yang harus menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ketahanan energi nasional," jelas dia.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white