kumparan
8 Jul 2018 9:51 WIB

Disalip Blok Cepu, Produksi Minyak Blok Rokan Tak Lagi Nomor Satu

Chevron (Foto: JUSTIN SULLIVAN/AFP)
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat kinerja hulu migas selama semester I 2018. Realisasi lifting minyak bumi sebesar 771 ribu barel per hari (bph) atau baru 96% dari target APBN 2018 sebesar 800 ribu bph. Jumlah itu dihitung berdasarkan 12 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) utama yang ada di dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Dalam data itu, lifting minyak bumi Blok Cepu dari Mobil Cepu Ltd menduduki nomor satu dengan lifting sebesar 209.922 barel per hari (bph) atau sekitar 102,4% dari target APBN 2018 sebesar 205.000 bph. Sementara PT Chevron Pacific Indonesia yang mendapatkan target lifting paling besar dari APBN 2018 untuk Blok Rokan hanya berhasil memproduksi 207.148 bph atau 97% dari target 213.551 bph.
Jika merujuk pada data per Mei 2018, realisasi lifting minyak bumi Blok Rokan mencapai 212.316 atau 99,42% dari target APBN 2018. Itu artinya selama satu bulan terakhir, lifting Chevron turun sebanyak 5.168 bph. Sementara lifting Blok Cepu pada Mei 2018 sebesar 209.283 bph atau 102,09% dari target, naik 639 bph. Dengan kata lain, produksi lifting Blok Rokan tidak lagi nomor satu lantaran disalip oleh Blok Cepu.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal itu, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan pihaknya sudah mengingatkan Chevron berhati-hati dengan produksi lifting-nya bisa tidak sesuai target. Katanya, jika terus seperti ini, posisi Blok Rokan yang selama ini menjadi nomor satu penghasil minyak bumi di Indonesia akan disalip oleh Exxon di Blok Cepu.
“WK Rokan ini masih salah satu yang terbesar. Saya sampaikan ke Chevron harus hati-hati bisa disalip oleh Exxon (di Blok Cepu). Outlokk terlihat seperti itu. Kalau itu terjadi, suruh Exxon pesta,” kata Amien di Gedung SKK Migas, Jakarta, akhir pekan lalu.
Blok Cepu. (Foto: Instagram @firmanhutabarat_17)
Target yang akan dikejar hingga akhir tahun, Amien mengatakan, SKK Migas memproyeksikan produksi lifting Blok Rokan hanya 205.952 bph atau 96,4% dari target. Sementar Blok Cepu optimistis bisa menaikkan lifting sebesar 210.285 bph atau 102,6% dari target APBN 2018.
ADVERTISEMENT
Saat ini, Blok Rokan sendiri tengah menjadi rebutan beberapa kontraktor yang ingin mengelola pasca terminasi pada 2021 mendatang. Chevron sebagai kontraktor eksisting sudah mengajukan proposal kepada SKK Migas agar bisa memperpanjang kontrak kelola di blok tersebut. Selain Chevron, Pertamina juga sudah mengajukan proposal resmi ke Kementerian ESDM atas ketertarikannya pada Blok Rokan.
Saat ini pemerintah tengah mengadu isi proposal mereka. Operator Blok Rokan yang terpilih adalah mereka yang memberikan penawaran paling menarik dan menguntungkan negara. Nasib Blok Rokan pasca 2021 akan diumumkan Kementerian ESDM akhir bulan ini.
Dikutip dari data SKK Migas, berikut 5 KKKS dengan lifting minyak terbesar di semester I 2018:
1. Mobil Cepu Ltd 209.922 bph 2. PT Chevron Pacific Indonesia 207.148 bph 3. PT Pertamina EP 70.031 bph 4. PT Pertamina Hulu Mahakam 46.376 bph 5. CNOOC 30.876 bph
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan