Diumumkan Senin Pekan Depan! UMP Jatim Diperkirakan Naik Jadi Rp 2 Juta di 2023

25 November 2022 5:57
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi pekerja rokok.  Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pekerja rokok. Foto: ANTARA/Yusuf Nugroho
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim Himawan Estu Bagijo mengatakan penetapan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun depan akan diumumkan Senin pekan depan, 28 November 2022 nanti.
ADVERTISEMENT
Terkait besarannya, ia mengatakan yang pasti akan di atas Rp 2 juta. Jumlah tersebut naik dari UMP Jatim di 2022 yang sebesar Rp 1.891.567.
"Di atas 2 juta, angka pastinya bergantung besaran alpha pengalinya," ujar Himawan kepada kumparan, Kamis (24/11).
Dirinya juga menyampaikan, dari pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sendiri menginginkan kenaikan UMP tahun 2023 sebesar 13 persen.
Namun, kata Himawan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim akan tetap mengacu pada Permenaker 18 tahun 2022 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
"Dalam rapat terdapat 3 usulan, Apindo tetap pada aturan PP 36 2021, kawan-kawan serikat tetap minta 13 persen, pemerintah tunduk pada Permenaker 18 2022, mengenai angka absolute, nanti tanggal 28 diumumkan," ungkapnya.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

Usul Kenaikan UMP Jatim 13 Persen

Sementara itu, Anggota Dewan Pengupahan Jawa Timur Ahmad Fauzi mengatakan memang pihaknya mengusulkan kenaikan UMP Jatim sebesar 13 persen.
Ia merinci dalam perhitungannya meminta peningkatan sebesar 13 persen itu ada tiga variabel. Pertama yakni terkait besaran persen peningkatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
"Hitung-hitungannya, inflasi 6,8 persen pertumbuhan ekonomi 5,2 sekian persen. Itu menjadi variabel pertama bagi pandangan saya bagi serikat pekerja di Jatim," ujar Ahmad.
Kedua terkait soal kebijakan pemerintah yang menaikkan harga Bahan Bakar Minyak. Serta, variabel tiga yakni masalah harga kebutuhan pokok yang belum stabil.
"Implikasi kenaikan harga BBM begitu luas bagi buruh dan pekerja bahkan masyarakat luas di Jatim," jelas Fauzi.
Fauzi juga berharap kepada Pemprov agar disparitas upah di wilayah Jatim bisa terselesaikan. "Tahun ini semoga Gubernur harus mampu menyelesaikan disparitas selisih upah antar daerah," pungkas Fauzi.
ADVERTISEMENT
*** Reporter: Farusman Verdian