Dorong Penyaluran Kredit, BI Gelontorkan Likuiditas Rp 20 T di Awal 2024

30 November 2023 6:53 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari di Gedung BI, Kamis (19/1/2023). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari di Gedung BI, Kamis (19/1/2023). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
ADVERTISEMENT
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menggelontorkan likuiditas lagi senilai Rp 20 triliun pada awal tahun 2024 untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor prioritas.
ADVERTISEMENT
“Seluruh insentif likuiditas Rp159 triliun dengan tambahan sekitar Rp20 triliun dapat dimanfaatkan oleh perbankan,” kata Perry dalam acara Pertemuan Tahunan BI, Rabu (29/11).
Perry menyebut instrumen makroprudensial lain dipastikan tetap longgar hingga akhir tahun 2024. Adapun penurunan rasio penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) di Desember 2023 akan menambah fleksibilitas likuiditas hingga Rp 81 triliun.
Untuk itu, Perry mendorong perbankan untuk lebih banyak menyalurkan kredit. Guna menjaga stabilitas sistem keuangan. Bank Indonesia meminta perbankan untuk tidak membeli SBN, SRBI, dan SVBI ketika likuiditasnya ditambah oleh BI.
"Kami sudah menambah likuiditas, tolong disalurkan untuk kredit. Jangan kemudian balik lagi untuk membeli SBN atau SRBI, seperti pesan dari pak presiden seperti itu," tuturnya.
Di sisi lain, Perry memastikan akan menahan suku bunga acuan BI 7 Day Repo Rate di level 6 persen hingga 2024, sesuai dengan dinamika ekonomi global dan domestik.
ADVERTISEMENT
“Suku bunga, BI rate akan kami pertahankan dan respons lebih lanjut sesuai dinamika ekonomi global dan domestik,” tandasnya.