DPR Minta Sistem Subsidi BBM Diubah Jadi Tertutup

27 September 2022 18:13
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pengendara sepeda motor mengantre membeli bahan bakar Pertalite di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3).
 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara sepeda motor mengantre membeli bahan bakar Pertalite di SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (30/3). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman mengusulkan agar pemerintah mengubah metode penyaluran subsidi BBM jenis Pertalite (RON 90). Adapun subsidi yang digunakan saat ini adalah sistem terbuka.
ADVERTISEMENT
Maman menyarankan agar sistem untuk BBM subsidi yang dipakai adalah subsidi tertutup. Menurutnya, ini merupakan solusi yang lebih baik untuk jangka panjang ketimbang mencabut subsidi seluruhnya.
“Jadi saya itu suka dengar yang mengatakan subsidi cabut saja, itu salah total. Saya tegaskan bahwa realokasi dari subsidi terbuka menjadi subsidi tertutup lebih bijak, supaya subsidi kita tepat sasaran. Kenyataannya kan tidak,” tutur Maman dalam forum daring ‘Pembatasan Penggunaan BBM Subsidi, Untuk Siapa?’, Selasa (27/9).
Maman mengatakan bahwa untuk menekan masalah konsumsi BBM subsidi ini, diperlukan campur tangan pemerintah untuk merevisi perpres agar subsidi dilakukan secara tertutup.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Pemerintah harus segera mendorong percepatan metode subsidi terbuka menjadi subsidi tertutup. Apa itu subsidi tertutup? Itu kembali ke definisi, dimana orang yang tidak mampu diberikan pemerintah bantuan supaya memiliki daya beli terhadap komunitas barang.” tuturnya.
ADVERTISEMENT
Ia memberikan contoh, misalnya masyarakat menengah ke bawah diberikan langsung akses pemerintah kepada BBM subsidi, sehingga masyarakat menengah ke atas harus menggunakan BBM non-subsidi.
Namun ia menuturkan percepatan ini memiliki tantangan besar, yaitu pada data-data orang miskin yang dimiliki pemerintah. Karena data tersebut harus aktual dan akurat agar bantuan dapat tepat sasaran.
“Pertanyaannya kan data-data orang miskin itu sudah tepat atau belum, itu yang sekarang kita sasar. Proses transisi ke sana kita [Komisi VII] turut hadir. Kita segera pembenahan data orang miskin supaya kita bisa langsung beri subsidi tertutup,” tutupnya dalam forum daring tersebut.