Bisnis
ยท
12 November 2020 18:46

Dubes Lutfi soal GSP: Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat Bisa Diperbanyak

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dubes Lutfi soal GSP: Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat Bisa Diperbanyak (569359)
Dubes RI untuk AS Muhammad Lutfi. Foto: Antara
Pemerintah Amerika Serikat (AS) memperpanjang fasilitas bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP) untuk produk-produk impor asal Indonesia. Sebelumnya fasilitas ini sempat akan dicabut AS karena Pemerintah AS melalui United States Trade Representative (USTR) melakukan review terhadap fasilitas GSP untuk Indonesia selama kurang lebih 2,5 tahun, sejak Maret 2018.
ADVERTISEMENT
Dengan perpanjangan GSP ini, Indonesia bisa menggenjot ekspor ke Negeri Paman Sam.
"Jadi ini adalah proses bagaimana Indonesia dapat mengekspor barangnya lebih banyak ke Amerika Serikat dan komitmen Indonesia untuk memastikan bahwa barang-barang Amerika Serikat akan bisa berkompetisi dengan lebih baik di Indonesia," kata Dubes RI untuk AS Muhammad Lutfi dalam program To The Point kumparan, Kamis (12/11).
Lutfi menambahkan, perpanjangan fasilitas GSP menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra strategis oleh Amerika Serikat. Sementara Thailand, lanjut Lutfi, harus kehilangan separuh fasilitas GSP, sehingga berdampak ke ekspor mereka.
"Indonesia hampir bisa saya pastikan akan menjadi negara utama dari pada fasilitas tersebut dan Ini harus kita sambut untuk menjalankan ekspor ke negara Paman Sam ini," sebutnya.
Dubes Lutfi soal GSP: Ekspor Indonesia ke Amerika Serikat Bisa Diperbanyak (569360)
Presiden terpilih AS Joe Biden, didampingi istrinya Jill Biden menghadiri peringatan Hari Veteran di Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat, Rabu (11/11). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS
Mantan Menteri Perdagangan ini menegaskan, AS sebetulnya tidak pernah mencabut fasilitas GSP untuk Indonesia. Pemerintah AS melalui USTR hanya melakukan review, karena melihat adanya defisit perdagangan dengan negara-negara berkembang.
ADVERTISEMENT
Ia pun yakin, bila Presiden AS terpilih, Joe Biden akan mengikuti hasil terbaru dari USTR, yakni memperpanjang fasilitas GSP untuk Indonesia.
"Pemerintahan presiden terpilih Joe Biden tidak akan mengulang proses review tersebut karena memang banyak sekali effort dari dari kedua negara untuk memastikan peningkatan perdagangan Amerika Serikat dan Indonesia," sambungnya.