Bisnis
·
18 Oktober 2020 19:00

Ekonom INDEF: Program Lumbung Pangan Perlu Dikritisi Soal Penggunaan Lahan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ekonom INDEF: Program Lumbung Pangan Perlu Dikritisi Soal Penggunaan Lahan (75221)
Presiden Jokowi tinjau project lumbung pangan nasional di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7(. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
Pemerintah menyadari adanya ancaman di ketahanan pangan Indonesia. Salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah adanya food estate atau lumbung pangan.
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo telah memberikan tugas kepada Kementerian Pertahanan untuk ikut menggarap program lumbung pangan di Provinsi Kalimantan.
“Pemerintah punya ambisi untuk meningkatkan produksi pangan melalui pengembangan food estate di Kalimantan dan di Sumatera juga rencananya,” kata Head of Center of Food, Energy dan Sustainable Development INDEF, Abra Talattov saat webinar yang digelar Himatipan Unpad, Minggu (18/10).
Meski ada rencana dalam memperbaiki sektor pangan, Abra menegaskan program tersebut harus tetap dikritisi. Ia mempertanyakan kemampuan jangka pendek dalam program lumbung pangan. Sebab, ancaman kelangkaan pangan dalam waktu dekat ramai dibicarakan.
“Cuma ya mungkin perlu kita kritisi apakah penggunaan lahan gambut atau lahan nganggur di Kalimantan itu tepat atau memungkinkan untuk memproduksi pangan dalam jangka pendek, karena butuh investasi pasti sangat besar juga,” ujar Abra.
ADVERTISEMENT
Meski begitu, Abra menyambut baik upaya yang dilakukan pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan pangan. Hal itu, kata Abra, terlihat dari anggaran yang sudah disiapkan oleh pemerintah.
“Pemerintah melihat ancaman sektor pertanian dan udah mulai sadar, 2021 anggaran untuk ketahanan pangan itu naiknya cukup drastis sampai 30 persen. Jadi dari Rp 80 triliun, tahun depan dianggarkan Rp 104 triliun,” ungkap Abra.
Ekonom INDEF: Program Lumbung Pangan Perlu Dikritisi Soal Penggunaan Lahan (75222)
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menhan Prabowo Subianto meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalteng. Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto juga menjelaskan jika pangan adalah masalah yang cukup strategis. Apalagi pangan merupakan sumber kehidupan dan sering juga disebut sebagai senjata.
Prabowo bercerita bagaimana pangan bisa menjadi "senjata" di masa perang. Ia menyebut, banyak tentara yang kalah dalam perang karena kehabisan makanan sehingga tidak punya tenaga untuk berperang.
ADVERTISEMENT
Menurutnya, dilibatkannya Kemhan dalam program lumbung pangan bukan untuk mencampuri urusan kementerian lain. Prabowo menegaskan, kehadiran Kemhan adalah untuk mengurusi cadangan pangan strategis Indonesia.
Selain itu, Prabowo mengatakan lumbung pangan yang tengah digarap pemerintah ini penting. Apalagi PBB dan WHO sudah memberikan peringatan bahwa kemungkinan ada kemarau panjang pada 2021 sehingga negara di dunia harus menyiapkan pangan cadangan untuk mengatasi kemungkinan kelangkaan pangan.