Bisnis
·
4 Agustus 2021 11:43
·
waktu baca 2 menit

Ekonomi Kuartal III Terancam PPKM Darurat, RI Bakal Resesi Lagi?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ekonomi Kuartal III Terancam PPKM Darurat, RI Bakal Resesi Lagi? (320875)
searchPerbesar
Ilustrasi resesi ekonomi. Foto: Pixabay
Ekonomi Indonesia harus kembali lesu akibat pembatasan ketat yang dilakukan pemerintah melalui PPKM Level 4. Sudah sebulan lebih pembatasan dilakukan.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini diprediksi akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III minus. Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies) Bhima Yudhistira memprediksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan minus 1 persen hingga 2 persen.
"Pertumbuhan ekonomi di kuartal ke III diperkirakan minus 1 persen sampai dengan minus 2 persen dibanding tahun sebelumnya. Kita masuk ke zona resesi kembali," ujar Bhima kepada kumparan, Rabu (4/8).
Proyeksi pertumbuhan ekonomi minus ini karena konsumsi rumah tangga yang menjadi mesin utama ekonomi terkontraksi. Pasalnya pembatasan membuat daya beli masyarakat menurun.
Banyak warga yang kesulitan bekerja akibat pembatasan, terlebih mereka yang sumber penghasilannya tak bisa dihasilkan dari rumah atau WFH. Sedangkan kelas menengah ke atas cenderung menahan belanja dan lebih banyak menabung mempersiapkan worst scenario.
ADVERTISEMENT
"Perpanjangan PPKM dengan kasus harian COVID-19 yang masih tinggi menyebabkan ekonomi stuck. Lokomotif ekonomi utama yakni konsumsi rumah tangga dipastikan akan bleeding atau kontraksi tajam sampai akhir Agustus. Kepercayaan konsumen turun drastis dari sebelumnya Juni Indeks Keyakinan Konsumen di level 107.4 atau optimistis," jelasnya.
Ekonomi Kuartal III Terancam PPKM Darurat, RI Bakal Resesi Lagi? (320876)
searchPerbesar
Aktivitas pasar ikan tradisional Peunayong ditengah pandemi COVID-19, di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (3/10). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 2021 akan direvisi berkali-kali oleh pemerintah atau downgrade. Pemerintah harus mampu menurunkan kasus COVID-19 secara nasional dengan cepat. Harusnya dalam satu kali perpanjangan, lonjakan kasus harus bisa selesai.
Untuk mewujudkan ini, pemerintah harus meningkatkan bansos dari Rp 300.000 menjadi Rp 1.500.000 agar masyarakat patuh di rumah. Subsidi upah pekerja juga harus naik jadi Rp 4.500.000 selama 3 bulan.
"Jebakan resesi yang berulang akan terjadi kalau antisipasinya terlambat," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Sementara Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad memiliki proyeksi yang berbeda. Meski belum ada angka proyeksi pasti, namun menurutnya ekonomi masih akan tumbuh meski melambat.
"Saya kira ini akan lebih buruk dibandingkan kuartal II, artinya bahwa memang akan terjadi slowdown. Nah ini kan sudah di bulan Agustus tanggal 8 dan meskipun nanti PPKM yang sekarang ini kan tetap berlaku dalam jangka yang relatif lama," kata Tauhid.
"Kayaknya masih tidak (minus), karena begini, saya melihat ada sedikit tanda kutip, meskipun PPKM masih ada pelanggaran yang dilakukan pemerintah," tambahnya.
Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal juga optimistis ekonomi di kuartal III 2021 masih akan tumbuh. Meski lebih rendah dari kuartal II, namun pertumbuhan ekonomi di kuartal III masih mungkin mencapai 4 persen.
ADVERTISEMENT
"Seperti yang kami sampaikan di Mid Year Review minggu lalu, di kuartal III kisaran pertumbuhan ekonominya antara 3 - 4 persen. Banyak didorong oleh ekspor yang tumbuh tinggi, sementara pertumbuhan konsumsi rumah tangga jadi sangat rendah akibat gelombang kedua pandemi yang direspons dengan PPKM level 4," jelas Faisal.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020