kumparan
2 Mei 2018 8:14

Ekspor Jahe Tembus 24 Ribu Ton di 2017, Naik 11,4%

 Jahe mengandung antioksidan untuk kekebalan tubuh
Jahe mengandung antioksidan untuk kekebalan tubuh (Foto: Pixabay)
Salah satu rempah-rempah asal Indonesia yang sudah berhasil masuk pasar ekspor adalah jahe. Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi mengatakan angka ekspor jahe Indonesia cukup baik. Bahkan ada peningkatan jumlah ekspor dari tahun 2016 ke 2017 sebanyak 11,4%.
ADVERTISEMENT
“2017 nilai ekspornya Rp 190 miliar. Ada 24.450 ton jahe yang diekspor. Ada peningkatan, 2016 itu 21.934 ton. Naik kan itu berarti,” ungkap Suwandi kepada kumparan (kumparan.com), Rabu (2/5).
Menurutnya, jahe tersebut diekspor ke berbagai negara tujuan seperti Jepang, Hongkong, Korea, China, Thailand, Singapura, Malaysia, Turki, Arab, Kanada, Prancis dan Jerman. Namun Suwandi mengatakan negara tujuan ekspor paling banyak masih didominasi ke wilayah Asia.
“Lainnya itu jumlahnya kecil-kecil,” ujarnya. Sedangkan jahe-jahe tersebut menurut Suwandi berasal dari beberapa daerah di Indonesia.
Rempah-rempah
Rempah-rempah (Foto: Thinkstock)
Suwandi mengatakan pada 2016, produksi jahe secara nasional tercatat sebesar 340.341 ton. Produksi terbesar ada di Jawa Timur yaitu sebanyak 100 ribu ton. Sedangkan produksi lainnya tersebar di Jawa Barat 63 ribu ton, Jawa Tengah 48 ribu ton dan Sulawesi Utara 41 ribu ton.
ADVERTISEMENT
Menurutnya setiap satu kilogram jahe asal Indonesia dijual dikisaran harga Rp 15.000-Rp 20.000.
Suwandi mengatakan untuk tahun ini tidak ada target khusus untuk ekspor jahe. Namun Suwandi berharap nilainya bisa lebih besar daripada tahun lalu. “Kalau target enggak ada. Ya harapannya bisa lebih dari tahun sebelumnya,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan