Lipsus Perjalanan Spiritual Para Elite-Erick Thohir

Erick Thohir: 1,5 Juta Dokter dan Perawat Diprioritaskan Dapat Vaksin Corona

3 September 2020 16:18
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Virus Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir menyebut dokter, perawat, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya akan diprioritaskan untuk vaksin corona. Mereka akan diimunisasi lebih dulu sebelum masyarakat umum.
ADVERTISEMENT
Erick menjelaskan, didahulukannya tenaga kesehatan untuk diimunisasi antivirus corona karena mereka menjadi garda terdepan dalam menyuntikkan vaksin ini ke masyarakat pada awal tahun depan. Jumlah tenaga kesehatan yang diprioritaskan mencapai 1,5 juta orang.
"Alhamdulillah jumlah dokter, perawat, bidan termasuk di TNI dan Polri 1,5 juta. Nah, ini jadi kekuatan kita imunisasi massal di awal tahun. 1,5 juta tenaga kesehatan ini juga harus vaksin dulu. Beliau-beliau ini para pahlawan, garda terdepan," kata Erick dalam konferensi pers virtual dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kamis (3/9).
Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Laboratorium Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). Foto:  Dok. Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Laboratorium Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). Foto: Dok. Kementerian BUMN
Dia mengatakan, jumlah tenaga kesehatan ini masih dikonsolidasikan dulu sebab kriterianya berbeda seperti dokter jantung, paru-paru, dan lainnya. Begitu pun para perawatnya.
Untuk mengkonsolidasikan data tenaga kesehatan yang akan terjun melakukan imunisasi ke masyarakat tahun depan, Erick bekerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).
ADVERTISEMENT
Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih menyatakan kesiapan para organisasi profesi kesehatan untuk membantu teknis pelaksanaan vaksinasi tahun depan. Dia mengatakan, imunisasi ini harus dilakukan serentak karena ketahanannya hanya 6 bulan sampai 2 tahun.
"Organisasi profesi, perawat, ikatan bidan yang biasa dilakukan mungkin kalau ada profesi kesehatan lainnya bisa bantu. Ini membantu Satgas Penanganan COVID-19, pada saatnya penyuntikkan vaksin di lapangan, bahkan sampai tingkat kecamatan untuk vaksinasi," ujarnya.