kumparan
search-gray
Bisnis30 Juli 2020 16:48

Erick Thohir Curhat Tugas di Pemerintahan Semakin Banyak dan Berat

Konten Redaksi kumparan
Erick Thohir Curhat Tugas di Pemerintahan Semakin Banyak dan Berat (377226)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Adam Bariq/ANTARA FOTO
Acara BUMN Millenial Innovation Summit 2020 digelar hari ini, Menteri BUMN Erick Thohir yang seharusnya membuka acara tersebut pada pukul 15.00 WIB telat datang.
ADVERTISEMENT
Dalam sambutannya, Erick mengaku saat ini tugasnya di pemerintahan semakin banyak dan berat. Alasannya karena dia baru saja menjadi Ketua Pelaksana Harian Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi.
"Saya mohon maaf tadi telat karena memang tugasnya sudah mulai kebanyakan. Saya dapat tugas sebagai ketua pelaksana daripada pencegahan COVID-19 dan pemulihan ekonomi bersama Pak Wamen (Budi Gunadi Sadikin)," kata Erick membuka acara, Kamis (30/7).
Meski tugas baru yang diembannya berat, Erick mengaku amanah ini harus dijalankan dengan benar, sebab Indonesia harus bisa bangkit menyelesaikan dua masalah sekaligus yaitu kesehatan dan ekonomi.
Erick Thohir Curhat Tugas di Pemerintahan Semakin Banyak dan Berat (377227)
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Indra Fauzi/kumparan
Kata dia, keberhasilan tugas ini tidak akan berarti jika tidak dibantu oleh kementerian lain dan masyarakat Indonesia secara luas. Apa pun teorinya, kata dia, tidak akan berhasil kalau masyarakat tidak membantu dan menjaga protokol yang ada.
ADVERTISEMENT
"Tentu ini tugas yang sangat berat tapi kita jalani dengan serius karena ini bagian penting bagaimana sebagai bangsa bisa breakthrough (terobosan) dari kondisi ini," jelasnya.
Kata dia, adanya wabah virus corona ini mengajarkan Indonesia untuk terus berinovasi. Sebenarnya tiga landasan Indonesia sebagai negara sudah bagus yaitu negara besar, sumber daya alam bagus, dan sektor logistik yang terus diperbaiki di era Presiden Joko Widodo.
Tapi, satu hal yang kurang adalah inovasi. Indonesia dibandingkan dengan negara lain, sangat kalah dari sisi inovasi. Karena itu, kata dia, dengan adanya virus ini, Indonesia harus jadi bangsa produktif dan inovatif selain harus ada aksi tepat.
"Karena itu di lima pilar BUMN, ada satu pilar penting yaitu teknologi. Kami harapkan para millenials terus jadi inspirasi kami dan terus kembangkan ini," ujarnya.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white