Bisnis15 September 2020 12:22

Erick Thohir: Indonesia Jadi Negara Paling Agresif Cari Vaksin Corona di Asia

Konten Redaksi kumparan
Erick Thohir: Indonesia Jadi Negara Paling Agresif Cari Vaksin Corona di Asia (830535)
Mnteri BUMN Erick Thohir saat Pertamedika IHC melakukan penandatangan akta jual beli dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN. Foto: Pertamina
Ketua Pelaksana Harian Komite Penangan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyatakan Indonesia menjadi negara yang sangat agresif dalam mencari vaksin corona. Pemerintah Indonesia sudah mendapatkan kepastian stok vaksin corona dari perusahaan medis asal China, Sinovac, dan dari Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
Dari China, pemerintah sudah mendapatkan komitmen 20 juta dosis di akhir tahun ini. Lalu ada tambahan 250 juta pada 2021. Sedangkan dari Uni Emirat Arab, pemerintah juga telah mendapatkan komitmen 10 juta dosis akhir tahun ini dan tambahan 50 juta dosis pada kuartal I 2021.
Jadi, di akhir tahun ini ada 30 juta dosis vaksin corona dari China dan UEA. Sedangkan tahun depan ada tambahan 300 juta dosis vaksin ini. Erick mengatakan ada tambahan 10 persen dalam perjanjian, jadi memungkinan Indonesia mendapatkan sekitar 310 juta vaksin tahun depan.
"Saya rasa (Indonesia) negara Asia yang sangat agresif dan kalau dibandingkan dunia juga, kita bisa masuk dalam kategori negara yang sudah bisa secure (aman dapat kepastian stok) dari beberapa partner," kata Erick dalam sambutan Webinar Transportasi Sehat, Indonesia Maju yang diadakan Kementerian Perhubungan secara virtual, Selasa (15/9).
Erick Thohir: Indonesia Jadi Negara Paling Agresif Cari Vaksin Corona di Asia (830536)
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin COVID-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/8/2020). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTO
Saat ini, vaksin-vaksin tersebut dalam proses uji klinis tahap ketiga, terutama yang diimpor dari China. Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun akan bertolak ke UEA dan China untuk memastikan vaksin yang diimpor sesuai dengan standar Indonesia, termasuk unsur kehalalannya.
ADVERTISEMENT
Untuk memastikan stok vaksin tahun depan terpenuhi 100 persen, Erick Thohir juga tengah mendekati perusahaan medis dari negara di Eropa seperti AstraZeneca, CanSino, dan Pfizer.
Jika uji klinis tahap akhir berhasil, vaksin akan disuntikkan massal ke masyarakat mulai awal tahun depan. Dia berharap, imunisasi serentak dan bertahap ini dibarengi dengan investasi yang masuk Indonesia seiring dengan banyaknya stimulus ekonomi yang digelontorkan pemerintah.
"Kalau vaksin diharapkan bisa dimulai awal tahun depan, ya tentu investasi dari stimulus ekonomi terus berjalan seiring tanpa melupakan bantuan produktif yang terus dijalankan di kuartal I 2021 seperti yang disampaikan Presiden," ujar dia.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
Tim Editor
drop-down
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white