kumparan
14 Februari 2020 20:03

Erick Thohir Ingatkan PR Berat Bos BTN, PLN, dan Pertamina

Erick Thohir
Erick Thohir di Rabu Hijrah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menteri BUMN Erick Thohir memimpin rapat koordinasi mengenai rencana pembangunan pelabuhan kapal pesiar di Benoa, Bali, Jumat (14/2).
ADVERTISEMENT
Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, dari Menparekraf Wishnutama hingga Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, turut terbang ke Bali untuk mengikuti rapat itu.
Dalam sambutannya, Erick sempat menyinggung hal lain di luar rencana pengembangan pelabuhan. Ia mengingatkan tugas berat beberapa bos BUMN yang juga hadir di sana.
Ada tiga bos BUMN yang ia ingatkan dalam momen itu. Yakni Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati, Dirut PLN Zulkifli Zaini, serta Dirut BTN Pahala N. Mansyuri.
“Saya rasa beberapa direksi BUMN yang sudah sering ketemu saya, Pak Zul, Bu Nicke, Pak Pahala, mereka banyak kerjaan berat,” ujar Erick di Hotel Inaya, Bali, Jumat (14/2).
Rakor Rencana Pengembangan Benoa Maritime Tourism Hub
Menparekraf Wishnutama Kusubandio mememberi sambutan di Hotel Inaya, Nusa Dua, Bali Jumat (14/2). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Ia merinci satu per satu tugas berat itu. Tugas untuk bos BTN yakni merealisasikan program sejuta rumah untuk milenial.
ADVERTISEMENT
“Pak Pahala saya targetkan pembangunan rumah milenial bisa berjalan,” ujar Erick.
Adapun tugas untuk PLN, yakni untuk mulai beralih ke energi ramah lingkungan. Tugas itu, kata Erick, sudah diputuskan dalam Rapat Terbatas bersama Presiden Jokowi.
“Pak Zul bagaimana memastikan PLN mulai bermetamorfosis, tidak hanya power fosil tapi energi ramah, EBT, dan memastikan pelayanan distribusi, bukan yang membangun. Dan kemarin sudah diputus di Ratas, Pak Presiden sangat mendukung bagaimana powerplant fosil bisa di-switch off saja, tapi kita menuju sesuatu yang baru,” jelasnya.
Terakhir, untuk Pertamina yakni menekan impor. Hal ini perlu dilakukan lantaran isu corona yang membuat devisa menurun drastis.
“Pertamina harus menekan impor, kita bukan anti impor, se-riil-riilnya supaya current defisit tidak terus. Apalagi sekarang dengan corona, kita akan kehilangan hampir USD 2,3 miliar dari turis China,” pungkas Erick.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan