Erick Thohir

Erick Thohir Minta Pengusaha Ikut Tanggung Biaya Vaksin Corona

3 September 2020 13:29
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Ketua Pelaksana Harian Komite Penanganan Virus Corona dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, meminta para pengusaha untuk menanggung biaya vaksin corona bagi para pekerja atau karyawannya. Biaya vaksin yang ditanggung pengusaha ini merupakan vaksin mandiri.
ADVERTISEMENT
Erick menyebut, dirinya sudah bertemu dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) untuk menjelaskan perihal ini. Rencananya, vaksin ini bisa diimunisasikan kepada masyarakat secara massal mulai awal tahun depan.
"Kita ketemu KADIN memastikan ini, jangan juga mereka merasa diperas. Tapi saya minta pengusaha jadi bagian yang mandiri," kata dia dalam konferensi pers virtual dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Kamis (3/9).
Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Laboratorium Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). Foto:  Dok. Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir berkunjung ke Laboratorium Bio Farma di Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/8/2020). Foto: Dok. Kementerian BUMN
Selain meminta ke pengusaha, Erick juga mengatakan bagi masyarakat yang mampu agar melakukan vaksin sendiri secara mandiri. Biayanya ditanggung masing-masing, tidak digratiskan oleh pemerintah.
Kata Erick, aturan itu dibuat agar tidak membebani pemerintah. Tapi dia menegaskan, pemerintah tidak mengambil untung dari vaksin mandiri tersebut. Sedangkan masyarakat yang tidak mampu bisa mendapatkan vaksin corona gratis.
ADVERTISEMENT
"Kalau yang mandiri bayar ya, jangan bebankan ke pemerintah. Silakan (vaksin mandiri) tapi bukan berarti yang bayar yang didahulukan. Jadi nanti ada jadwal, data, jadi bukan pemerintah cari uang (dari vaksin mandiri)," katanya.
Untuk harga vaksin bagi peserta mandiri harganya tidak diatur pemerintah. Biaya tiap vaksin diserahkan ke produsen atau penjual vaksin di dalam negeri.
Vaksin yang akan tersedia di awal tahun depan juga berbeda-beda, bukan hanya dari satu perusahaan atau satu negara. Jadi harganya berbeda-beda, Erick mengaku juga tidak tahu berapa besarannya.
Tapi, Erick menegaskan, perbedaan harga tersebut bukan karena kualitasnya, kemungkinan ada unsur lain seperti biaya produksi atau sulitnya proses penemuan vaksin impor tersebut. Yang pasti, semua jenis vaksin yang dikeluarkan tahun depan sudah melalu uji klinis ketiga, jadi aman.
ADVERTISEMENT
"Harga itu dinamikanya tinggi, tergantung masing-masing penjual. Yang tetapkan bukan saya, tapi penjualnya. Karena itu vaksin merah putih harus kita buat supaya kalau negara lain mau beli vaksin, kita tetapkan harga. Kalau hari ini kita enggak tetapkan harga," ujar Erick.
Erick mengatakan, karena harga vaksinnya tidak diatur pemerintah bagi peserta mandiri, maka pihaknya membentuk tim. Tujuannya agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan berlebihan dari imunisasi ini.