kumparan
28 November 2019 15:05

Erick Thohir Sidak ke Pelabuhan Benoa Bali

Menteri BUMN, Erick Tohir, Sidak Pelindo III
Menteri BUMN, Erick Tohir saat melakukan sidak ke Pelindo III, Kamis (28/11). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Menteri BUMN Erick Thohir melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pelabuhan Benoa, Denpasar Bali, Kamis (22/11). Ini pertama kalinya, Erick Thohir melakukan sidak ke pelabuhan milik PT Pelindo III (Persero).
ADVERTISEMENT
Pantauan kumparan di Pelabuhan Benoa, Erick Thohir tiba sekitar pukul 14.00 WITA. Direktur Utama Pelindo II, Agung Doso dan Gubernur Bali, Wayan Koster tampak langsung tancap gas menyambut Erick di Pelabuhan Benoa.
Setibanya di lokasi, Erick Thohir langsung meninjau peta rencana Pelabuhan Benoa yang akan membangun proyek pelabuhan cruise, zona perikanan, zona hutan kota, dan bahan bakar gas yang akan dikelola PT Pertamina (Persero).
“Saya ingin ada masterplan-nya, jadi dalam 10 tahun ke depan tidak ada proyek yang dipindah-pindah. Saya tidak mau pengerjaan yang sepotong-potong,” kata Erick Thohir kepada Agung Doso dan Koster.
Menteri BUMN, Erick Tohir, Sidak Pelindo III
Menteri BUMN, Erick Tohir (tengah) saat melakukan sidak ke Pelindo III, Kamis (28/11). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Dia juga ingin proyek strategis ini memberi kesempatan bagi warga lokal untuk mencari nafkah di Pelabuhan Benoa. Misalnya, pada suplai makanan untuk penumpang yang turun di Pelabuhan Benoa.
ADVERTISEMENT
Pemandangan yang indah dan berkualitas juga diharapkan bisa disediakan bagi para turis.
“Ini suplai makanan kita kembangkan dari masyarakat lokal dan jangan didominasi dari perusahaan besar-besar,” kata Erick Thohir.
Menteri BUMN, Erick Tohir, Sidak Pelindo III
Menteri BUMN, Erick Tohir (tengah) saat melakukan sidak ke Pelindo III, Kamis (28/11). Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Setelah itu, Erick Thohir meninjau lokasi pelabuhan. Menurut dia, gedung di Pelabuhan Benoa belum mampu menyediakan fasilitas bagi penumpang kapal pesiar. Pelindo III diharapkan bisa memberikan pelayanan satu pintu yang memudahkan turis asing mengakses objek-objek wisata di Pulau Dewata itu.
“(Gedungnya) harus lebih besar, one stop service, ada yang mau kopi UMKM kita gunakan. Kita ajak kerja sama Sarinah. Kalau mau ke kota full service. Kalau di Jepang, ada pusat ikan, datang (turis) langsung bisa makan, harus bisa dibedakan bagaimana pelayanan penumpang 8 jam (stay di Pelabuhan Benoa), mana yang tidak,” kata Erick Thohir.
ADVERTISEMENT
Video
Erick Thohir juga berbicara kepada sebuah penumpang kapal pesiar MV Carnival Splendor dari Singapura bernama Faye Sawyer. Dia meminta pendapat perempuan asal Australia ini fasilitas yang harus dikembangkan di Pelabuhan Benoa.
“Saya pikir sudah cukup bagus. Pemandangan di sini juga indah. Fasilitasnya masih oke,” kata dia kepada Erick Thohir.
Menurut Faye, kapal ini akan mendarat di Pelabuhan Benoa selama 8 jam. Selanjutnya, kapal mewah yang memiliki panjang 290 meter dan lebar 9 meter ini akan berangkat ke Pulau Komodo dengan penumpang sekitar 3.000 orang.
Setelah berbincang-bincang dengan turis, Erick Thohir langsung mengelar rapat tertutup bersama Direksi Pelindo III dan Gubernur Bali. Hingga saat ini, rapat masih digelar.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan