kumparan
2 Desember 2019 18:51

Erick Thohir: Suntikan Dana ke BUMN Bukan untuk Gaji dan Operasional

Erick Thohir, DPR RI, POTRAIT
Menteri BUMN Erick Thohir hadiri rapat perdana di Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (2/12). Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Menteri BUMN Erick Thohir akan meninjau ulang 7 perusahaan negara yang masih merugi, meski sudah mendapatkan penyertaan modal negara (PMN) hingga triliunan rupiah.
ADVERTISEMENT
Erick menegaskan, dana yang diberikan pemerintah kepada BUMN-BUMN tersebut bukan untuk digunakan membayar gaji dan biaya operasional lainnya. Seharusnya, PMN digunakan untuk proyek-proyek yang ditugaskan pemerintah ke BUMN.
"Nanti kita review ya. Tadi kan saya sampaikan kalau bisa PMN itu memang sebuah penugasan bukan PMN dipergunakan untuk sekadar cashflow, bayar gaji, dan lain-lain tapi karena ada tugas," kata Erick di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (2/12).
Penugasan yang dimaksud Erick pada BUMN yang mendapatkan PMN, salah satunya PT Hutama Karya (Persero) untuk pembangunan infrastruktur Tol Trans Sumatera. Tahun depan, Hutama Karya mendapatkan alokasi PNM Rp 3,5 triliun.
Tak hanya tahun depan, perusahaan yang bakal menjadi induk holding infrastruktur ini telah menerima gelontoran dana dari negara sejak 2015, 2016, dan 2019.
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali
Menteri BUMN Erick Thohir di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
"Iya dong, (PNM) harus untuk kegiatan produktif," kata dia.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan tujuh BUMN yang merugi meski sudah disuntik PMN adalah PT Dok Kodja Bahari, PT Sang Hyang Seri, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Pertani, Perum Bulog, dan PT Krakatau Steel.
Adapun untuk tahun depan, DPR dan pemerintah telah sepakat menyuntikkan dana PMN pada lima BUMN yaitu PT PLN (Persero) Rp 5 triliun. Dana itu, kata Erick Thohir, bakal digunakan PLN untuk berbagai proyek kelistrikan strategis seperti 35.000 Mega Watt dan listrik desa.
Kedua, PT Hutama Karya (Persero) Rp 3,5 triliun. Dana ini akan digunakan untuk penugasan pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Pekanbaru-Dumai dan Terbanggi Besar-Pematang, dan Panggang-Kayu Agung.
Ketiga, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) mendapatkan PNM Rp 1 triliun untuk meningkatkan kapasitas permodalan penyaluran kredit UMKM melalui PNM Mekaar (kelompok perempuan pra-sejahtera) serta pembiayaan PNM Mekaar naik kelas.
Tol Trans Sumatera yang dibangun PT Hutama Karya
Gerbang tol Marelan di Kota Medan, yang jadi bagian dari ruas Tol Trans Sumatera. Foto: Wendiyanto/kumparan
Sedangkan dua sisanya ada PT PANN mendapatkan PNM Rp 3,762 triliun yang merupakan konversi utang Service Level Agreement (SLA) dua proyek gagal perusahaan pada 1994 lalu. Utang yang dihapus ini bisa membuat struktur permodalan perusahaan atau ekuitas dari minus Rp 3,2 triliun tahun ini menjadi Rp 1,1 triliun tahun depan.
ADVERTISEMENT
Dengan penghapusan ini, PT PANN berpeluang untuk memperoleh pendanaan dari pihak ketiga.
Selain itu, PT Bahana PUI (Persero) juga mendapatkan PMN yang merupakan konversi utang SLA Rp 268 miliar. Suntikan modal ini untuk memperbaiki posisi debt equity ratio (DER) dan meningkatkan kapasitas pembiayaan untuk dapat terus berperan dalam pengembangan industri skala kecil.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan