Bisnis
·
11 Juni 2021 16:54
·
waktu baca 2 menit

ETF, Produk Pasar Modal Yang Jadi Incaran Baru Investor Pemula

Konten ini diproduksi oleh kumparan
ETF, Produk Pasar Modal Yang Jadi Incaran Baru Investor Pemula (18677)
Peresmian Pencatatan Perdana Reksa Dana ETF di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (27/3). Foto: Abdul Latif/kumparan
Optimisme investor pasar modal Indonesia terus menggeliat di masa pandemi Covid-19. Geliat optimisme ini tercermin dari peningkatkan jumlah investor baru. Tidak hanya berburu saham kini investor mulai merambah produk investasi lain yaitu ETF atau Exchange Traded Fund.
ADVERTISEMENT
“Antusiasme masyarakat akan produk ETF meningkat signifikan. Peningkatan ini tercermin transaksi ETF yang cukup tinggi pada April 2021, yakni meningkat 197 persen bila dibandingkan dengan bulan April 2020 lalu,” ujar Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The dalam Opening Session ETFest 2021, Jumat (11/7).
Moloenoto menjelaskan ETF sejatinya sudah sangat populer di dunia sejak kemunculannya pada awal 1990an. ETF menjadi produk yang diminati karena merupakan penggabungan keunggulan-keunggulan dari produk reksa dana dan saham. Kini, menurut Moloenoto ETF pun tetap menjadi alternatif investasi termasuk bagi investor pemula karena sangat likuid dan terjangkau.
Moloenoto pun merinci, berdasarkan data KSEI per Mei 2021, Indo Premier telah mengadministrasikan 26 dari 48 ETF yang ada di BEI dengan AUM sebesar Rp 7,6 triliun dari total AUM ETF di Indonesia sebesar Rp 13 triliun.
ETF, Produk Pasar Modal Yang Jadi Incaran Baru Investor Pemula (18678)
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djajadi juga mengakui bahwa tahun 2021 terjadi peningkatan transaksi ETF. Hal ini tercermin dari tingginya aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
"Kami mencatat tingginya aktivitas transaksi dan merupakan rekor baru sejak swastanisasi bursa efek di tahun 1992. Hingga hari ini terdapat berbagai macam produk pasar modal yang dapat dijadikan sumber investasi masyarakat dan salah satunya adalah produk ETF atau Exchange Traded Fund,” ujarnya.
Inarno mengatakan salah satu keunggulan ETF adalah adalah settlement T+2. Menurutnya jangka waktu ini jauh lebih cepat dari durasi subscription/redemption reksa dana produk konvensional lainnya.
Inarno mengungkapkan melalui serangkaian inisiatif dan dukungan pelaku pasar serta OJK, produk ETF juga telah mengalami perkembangan yang pesat hingga saat ini. Sejak tahun 2011, jumlah produk ETF yang terdapat di BEI terus mengalami peningkatan dan hingga awal Juni 2021 telah terdapat 48 ETF yang terdapat pada BEI. “Selain itu BEI bersama OJK dan SRO, juga telah meluncurkan serangkaian inisiatif strategis di tahun 2020, salah satu inisiatif tersebut termasuk dengan revitalisasi perdagangan di pasar ETF,” tandasnya.
ADVERTISEMENT