kumparan
20 November 2019 19:05

Faisal Basri: Ahok dan Chandra Hamzah Saja Tak Cukup Perbaiki BUMN

Faisal Basri
Faisal Basri Foto: Ema Fitriyani/kumparan
Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI) Faisal Basri menilai adanya sejumlah nama yang tak asing sebagai calon pimpinan BUMN, seperti Ahok alias Basuki Tjahaja Purnama dan Chandra Hamzah, tak akan membuat banyak perubahan di perusahaan berpelat merah itu.
ADVERTISEMENT
Faisal mengatakan, BUMN memerlukan tim yang solid untuk bisa menjadi lebih baik. Dia mencontohkan, jika nantinya Ahok terpilih menjadi Komisaris Utama Pertamina, harus 'ditandem' dengan tim yang memiliki visi dan misi yang sama.
"Orang hebat bisa jadi tersandera kalau sistemnya sudah berat, tidak bisa satu orang saja, harus tim," ujar Faisal Basri di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Rabu (20/11).
Bahkan Faisal menuturkan, Ahok mesti bercermin dari pengalaman mantan pimpinan Pertamina sebelumnya, Dwi Soetjipto.
"Pak Tjip dulu kan orang luar Pertamina, bawah-bawahannya enggak dukung dia, jadi repot, diganjel terus. Kan yang setiap hari kerja itu kan pekerja itu. Jadi jangan dijerumuskan Ahok sendiri di suatu tempat, harus tim," jelas Faisal Basri.
LIPSUS Komisaris Ahok, Basuki Tjahaja Purnama
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias BTP pada 16 November 2016. Foto: AFP/BAY ISMOYO
Namun Faisal Basri yakin, Ahok bisa menjadi media atau motor perubahan di tubuh BUMN. Sebab, membaiknya BUMN akan tergantung pada pimpinan di Kementerian BUMN itu sendiri.
ADVERTISEMENT
"Ahok bukan malaikat, tapi roh Ahoknya bisa menjadi motor perubahan, tapi enggak cukup, harus tim," tambahnya.
Setelah Ahok, Chandra Hamzah menjadi orang kedua dari kalangan eksternal, yang diproyeksikan akan masuk jajaran pengurus (komisaris atau direksi) BUMN. Jika Ahok diarahkan untuk menjabat Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Chandra Hamzah diplot ke bank BUMN.
Juru Bicara Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengonfirmasi bahwa mantan Pimpinan KPK Chandra Hamzah akan menjadi pengurus di BUMN. Bukan sebagai staf khusus.
“Tadi ada isu beliau di stafsus (Staf khusus). Enggak, beliau akan ditempatkan di perusahaan BUMN, dipastikan seperti itu. Posisinya apakah di direktur atau komisaris, tunggu tanggal mainnya. Sektornya keuangan,” kata Arya dalam perbincangan dengan wartawan di Kantor Kementerian BUMN, Senin (18/11).
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan