kumparan
search-gray
Bisnis24 April 2020 16:43

Faisal Basri: Proyeksi IMF Ketinggian, Ekonomi RI Tak Sampai 8 Persen di 2021

Konten Redaksi kumparan
Faisal Basri: Proyeksi IMF Ketinggian, Ekonomi RI Tak Sampai 8 Persen di 2021 (36286)
Pengamat ekonomi, Faisal Basri. Foto: Resya Firmasnyah/kumparan
Ekonomi Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri menyebut proyeksi ekonomi yang diterbitkan Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap Indonesia terlalu tinggi. Menurutnya, pemulihan ekonomi setelah pandemi virus corona tak akan secepat yang dikatakan lembaga keuangan internasional itu.
ADVERTISEMENT
IMF dalam laporan proyeksi ekonomi global tahun ini, meramal pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0,5 persen di 2021. Namun melesat hingga 8,2 persen di tahun depan, tertinggi setelah era Soeharto.
"Saya melihat prediksi IMF ketinggian, konservatif, dan dunia akan lebih buruk dari yang dibayangkan IMF. Dan di 2021 enggak akan secepat itu recovery," ujar Faisal dalam diskusi virtual, Jumat (24/4).
Faisal melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam skenario mendasar tahun ini hanya akan tumbuh 0,5 persen. Namun jika kondisinya semakin buruk, bisa mencapai negatif 2,5 persen.
Faisal Basri: Proyeksi IMF Ketinggian, Ekonomi RI Tak Sampai 8 Persen di 2021 (36287)
Seorang pria melintasi deretan toko yang tutup di Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Selanjutnya di 2021, Faisal memproyeksi ekonomi RI tumbuh 4,9 persen dan meningkat 5 persen di 2022. Sementara di 2023-2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi sebesar 5,2 persen.
ADVERTISEMENT
"Jadi enggak ada tuh lima tahun ke depan 8 persen," jelasnya.
Dia juga melanjutkan, perekonomian Indonesia yang sulit melesat hingga 8 persen juga dipengaruhi oleh lambatnya penanganan COVID-19 yang dilakukan pemerintah saat ini. Puncak pandemi virus corona yang belum diketahui waktunya akan membuat ongkos ekonomi semakin mahal.
"Indonesia amat sulit prediksi, karena penanganan COVID-19 enggak karu-karuan, tanggung, mudik udah jutaan orang keluar baru dilarang. PSBB, macet di Pancoran seperti enggak ada apa-apa. Kita enggak pernah tahu puncak kapan dan ongkos ini akan semakin besar," tuturnya.
Faisal Basri: Proyeksi IMF Ketinggian, Ekonomi RI Tak Sampai 8 Persen di 2021 (36288)
Seorang wanita melintasi deretan toko yang tutup di Pasar Baru, Jakarta, Rabu (1/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Meski demikian, Faisal menyebut masih ada beberapa sektor yang menjadi tumpuan ekonomi dan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahun ini. Di antaranya adalah sektor farmasi dan produk konsumsi.
ADVERTISEMENT
"Farmasi, hospital, intinya ada sektor-sektor enggak bisa hidup tanpa dia. Consumer product, enggak akan terdampak karena dia hasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Ke depan, yang bisa dikembangkan adalah sektor industri manufaktur," tambahnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white