kumparan
5 Desember 2019 8:02

Fakta Baru Tol Layang Japek yang Gratis saat Libur Nataru

Foto udara jalan layang tol Jakarta-Cikampek
Foto udara proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) sepanjang 38 km ditargetkan dapat beroperasi saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Adapun progres pembangunan ruas tol tersebut telah mencapai 99,7 persen.
ADVERTISEMENT
Tol Layang Japek mulai dibangun tahun 2017 oleh PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC). Dalam membangun tol itu, investasi yang digelontorkan badan usaha mencapai Rp 16,2 triliun.
Ketika ruas tol ini diresmikan, otomatis kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek eksisting akan berkurang. Selama ini, Tol Jakarta-Cikampek kerap dikeluhkan pengguna tol lantaran sering terjadi kemacetan panjang.
Berikut kabar terbaru soal Tol Layang Jakarta-Cikampek yang dirangkum kumparan:
1. Beroperasi 15 Desember 2019
Menurut Direktur Utama JJC Djoko Dwijono, tol itu ditargetkan dapat beroperasi 15 Desember 2019, sesuai permintaan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
"Kalau saya dapat dari media massa, Menhub meminta pertengahan Desember. PUPR 15-17 Desember, saya dengar dari Pak Menteri sendiri. Kami upayakan," katanya.
ADVERTISEMENT
Menurut Djoko, target itu akan dikejar karena tanggal 17 Desember 2019 merupakan mulainya arus libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Diinginkannya saat Nataru, Jakarta-Cikampek memiliki 2 ruas tol yang beroperasi.
Djoko Dwijono
Direktur Utama Jasamarga Jalan layang Cikampek, Djoko Dwijono meninjau Tol Layang Jakarta-Cikampek. Foto: Resya Firmansyah/kumparan
Dia menambahkan, proses uji beban berupa uji statis dan uji dinamis oleh Kementerian PUPR telah selesai dilakukan pekan lalu. Sementara untuk uji laik operasi oleh Kementerian PUPR, Kemenhub dan kepolisian telah selesai melakukannya hari ini.
"Dalam melakukan uji laik operasi ini ada catatan. Kami berusaha menuntaskan antara lain rambu masih harus diperbaiki redaksinya, tempatnya marka-marka, kemudian gerbang tol," beber Djoko.
2. Gratis saat Libur Nataru
Djoko Dwijono menegaskan saat libur Nataru, Tol Layang Japek itu akan digratiskan sebagai masa promosi. Adapun lama promosi ditentukan oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
ADVERTISEMENT
"Free biasanya ada masa uji coba ya. PUPR nanti, tapi kita enggak tahu berapa lama," katanya.
Meski terletak atas-bawah, namun nanti yang digratiskan hanya Tol Layang Jakarta-Cikampek, sementara tol eksisting tidak. Sementara Tol Layang Jakarta-Cikampek direkomendasikan untuk kendaraan pribadi atau golongan I.
3. Tarif Akan Terintegrasi
Djoko Dwijono mengungkapkan, berdasarkan pembicaraan sejauh ini, tarif yang akan dikenakan di ruas tol itu akan terintegrasi dengan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.
"Ini diharapkan sebetulnya ada hal bisa terintegrasi dengan bawah (tarif Tol Jakarta-Cikampek eksisting)‎," ujarnya.
Foto udarajalan layang tol Jakarta-Cikampek
Foto udara proyek pembangunan jalan layang tol Jakarta-Cikampek. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Meski demikian, menurut dia, tarif yang akan diterapkan itu masih dibahas bersama Kementerian PUPR. Oleh karenanya, sistem pentarifan masih bisa berubah.
Berdasarkan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), tarif ruas tol itu ditetapkan pemerintah Rp 1.250 per km. Jika tarifnya terintegrasi, otomatis tarif Tol Layang Japek akan turun, sementara tarif Tol Jakarta-Cikampek eksisting akan naik.
ADVERTISEMENT
"Kita enggak bisa mendahului (mengumumkan). Besaran jadinya juga kami belum bisa mengumumkan sekarang," tegas Djoko.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan