Fakta-fakta Pertumbuhan Ekonomi Naik Impresif 5,44 Persen di Kuartal II 2022

6 Agustus 2022 7:28
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan ekonomi Indonesia menembus angka 5,44 persen di kuartal II 2022.secara tahunan (year-to-year/yoy). Sedangkan dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq), ekonomi tumbuh 3,72 persen.
ADVERTISEMENT
Hal tersebut dilaporkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono, Jumat (5/8). Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan ekspor hingga membaiknya konsumsi masyarakat. Berikut fakta-faktanya.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi
Margo menyebut, faktor pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah dari sisi konsumsi rumah tangga, terutama didukung momentum Idul Fitri. Pertumbuhannya mencapai 5,51 persen dan distribusi 51,47 persen.
"Konsumsi rumah tangga jadi sumber tertinggi dari PDB menurut pengeluaran. Tingginya pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga didukung oleh adanya momen Idul Fitri," jelas Margo.
Faktor lainnya yang juga menyokong pertumbuhan ekonomi adalah pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang tumbuh 3,07 persen atau distribusi 27,31 persen dan ekspor tumbuh 19,74 persen atau distribusi 24,6 persen.
Peningkatan ekspor disebabkan oleh melonjaknya sejumlah harga komoditas global seperti batu bara, nikel, tembaga hingga minyak kelapa sawit. Namun di sisi lain, tingkat konsumsi pemerintah justru mengalami kontraksi sebesar 5,24 persen.
ADVERTISEMENT
Indonesia Masih Jauh dari Resesi
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Dengan pencapaian tersebut, Margo mengapresiasi kinerja pemerintah di tengah kondisi ekonomi global yang tidak pasti ini. Dia juga memastikan Indonesia masih jauh dari resesi ekonomi.
"Pemerintah keren fiskal dan moneter bekerja secara kompak dan terukur sehingga dampak ke ekonomi kita 5,44 persen itu bagus banget menurut saya. Kalau sampai sekarang keren jauh dari kata resesi. tapi kuartal III, kuartal IV, dan seterusnya kita tunggu ya bagaimana kondisi berikutnya," katanya.
Pemerintah Harus Waspada Tantangan ke Depan
Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022. Foto: BPS
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BPS Margo Yuwono saat konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal I 2022. Foto: BPS
Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia terus merangkak naik secara signifikan hingga kuartal II 2022 ini, Margo mengingatkan pemerintah untuk waspada terhadap berbagai tantangan ekonomi ke depan.
Margo menuturkan, tantangan yang harus dihadapi pemerintah hingga akhir tahun adalah pergerakan harga energi dan juga nilai tukar.
ADVERTISEMENT
"Kalau nilai tukar itu kaitannya nanti dengan impor bahan baku tadi. Kalau nilai tukar melemah impor bahan baku kita besar itu berdampak pada biaya produksi dalam domestik,"
Dia melanjutkan, jika biaya produksi naik maka otomatis perusahaan juga akan menaikkan harga. Lalu, terjadilah imported inflation, inflasi yang berasal dari impor karena melemahnya nilai tukar.
Tantangan kedua, kata Margo, yaitu harga energi yang terus melonjak. Menurut dia, jika pemerintah mampu mengelola subsidi, maka dunia usaha akan semakin kondusif, tren pemulihan ke depan akan terjaga dengan baik pula.
Kemudian yang terakhir, kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam merespons inflasi di Indonesia. Margo menuturkan, sepanjang inflasi inti masih terkendali, BI masih akan mempertahankan suku bunga pada level yang 3,5 persen.
ADVERTISEMENT