Bisnis
·
18 Oktober 2020 9:18

Fakta Utang Indonesia: Kemenkeu Kelola Secara Baik dan Bisa Naikkan Daya Beli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fakta Utang Indonesia: Kemenkeu Kelola Secara Baik dan Bisa Naikkan Daya Beli (13753)
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) saat konferensi pers Laporan APBN Tahun 2019 di Gedung Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (7/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Indonesia berada di posisi ketujuh dari daftar sepuluh negara berpendapatan kecil-menengah dengan utang luar negeri terbesar di dunia berdasarkan laporan International Debt Statistics (IDS) 2021.
ADVERTISEMENT
ULN yang terdiri dari utang luar negeri pemerintah, BI, BUMN, dan swasta mencapai USD 402,08 miliar atau sekitar Rp 5.940 triliun (kurs Rp 14.775 per dolar AS) di tahun 2019, naik 5,9 persen dari posisi utang luar negeri di tahun 2018 sebesar USD 379,58 miliar.
Meski begitu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memiliki pandangan lain mengenai utang tersebut. Kemenkeu menganggap utang itu sudah dikelola dengan baik dan malah bisa meningkatkan daya beli. Berikut ini fakta mengenai utang Indonesia:

Kemenkeu Jamin Kelola Utang Secara Baik

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengakui bahwa utang pemerintah Indonesia mengalami kenaikan. Namun, Suahasil mengklaim pemerintah berhutang dengan baik.
Adapun alasan besaran utang negara naik karena pemerintah butuh biaya untuk menangani pandemi COVID-19. Biaya yang besar ini membuat pengeluaran negara meningkat. Sedangkan penerimaan negara dari sisi pajak menurun. Artinya keuangan negara dalam kondisi defisit.
Fakta Utang Indonesia: Kemenkeu Kelola Secara Baik dan Bisa Naikkan Daya Beli (13754)
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara di acara Summit On Girls di Balai Kartini, Jakarta. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
Menurut Suahasil, ada beberapa indikator untuk mengetahui bahwa pemerintah telah berhutang dengan baik. Pertama, utang dipakai untuk kegiatan yang produktif. Dalam kondisi saat ini, utang negara digunakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, perlindungan sosial dan mendukung UMKM.
ADVERTISEMENT
Kedua, Suahasil mengklaim pemerintah juga berhutang sesuai dengan kebutuhan dan tidak berlebih. Terakhir, pemerintah juga berkomitmen untuk memenuhi seluruh kewajiban yaitu membayar bunga dan mengembalikan utang pada saat jatuh tempo.

Utang Bisa Naikkan Daya Beli

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) punya pandangan lain soal utang. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, utang memiliki manfaat bagi negara. Salah satunya adalah meningkatkan daya beli.
“Kita enggak khawatir dengan urusan utang. Karena utang kalau dikelola dengan baik itu pasti hasilnya baik. Utang memberikan tambahan daya beli,” ungkap Suahasil dalam Webinar Giatkan Literasi Investasi Bangkitkan Ekonomi Negeri, Sabtu (17/10).
Suahasil menganalogikan utang negara sama dengan utang yang biasanya dimiliki rumah tangga. Dalam sebuah keluarga misalnya, jika mengandalkan penghasilan saja, keluarga tersebut tidak bisa membeli rumah. Namun karena berhutang, rumah bisa dibeli.
ADVERTISEMENT
Sama halnya dengan negara. Dengan berhutang, negara menjadi mampu membangun banyak infrastruktur saat ini.