kumparan
13 September 2019 15:22

Freeport Dapat Tambahan Kuota Ekspor 500 Ribu Ton

PT Freeport Indonesia Foto: Antara/M. Agung Rajasa
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan izin tambahan kuota ekspor konsentrat tembaga kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) sebanyak 500.000 ton pada tahun ini. Sehingga total kuota ekspor yang dimiliki oleh Freeport sebanyak 700.000 ton.
ADVERTISEMENT
Direktur Pembinaan dan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Yunus Saefulhak mengatakan, izin yang dikeluarkan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) dari Freeport.
"Sudah selesai. Sudah keluar izinnya (ekspor). Awal Maret kan 198.000 ton atau 200.000 ton lah. Itu kan Maret, direvisi jadi sesuai RKAB jadi total 700.000 ton," ujar Yunus di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/9).
Meski ada tambahan kuota ekspor, produksi dari Freeport diperkirakan tetap sekitar 1,2 juta ton sampai akhir tahun. Menurutnya, hal ini karena Freeport masih harus melakukan optimalisasi lapangan tambang yang ada saat ini.
"Karena kemarin waktu RKAB pertama (produksi) turun, karena permukaannya tidak bisa berproduksi, yang di Grasberg. Sekarang setelah kajian lagi masih bisa dioptimalisasi dengan memanfaatkan apa yang sudah ada untuk tetap produksi," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Dia menambahkan, revisi kuota ekspor sudah disetujui pada bulan ini. Dengan demikian, ketentuan ini akan berlaku selama setahun hingga Maret tahun depan.
Tahun ini, Freeport melakukan transisi kegiatan pertambangan dari tambang terbuka ke tambang bawah tanah. Transisi ini diperkirakan akan membuat produksi perusahaan turun.
Produksi bijih atau ore tembaga PTFI pada 2019 akan merosot hingga sekitar 50 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada tahun lalu rata-rata produksi per harian PTFI mencapai 182.000 ton bijih. Adapun tahun ini diperkirakan 90.000-100.000 ton.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan