Freeport Soroti Masih Rendahnya Serapan Katoda Tembaga di Dalam Negeri, Baru 25%
16 Oktober 2025 19:20 WIB
·
waktu baca 3 menit
Freeport Soroti Masih Rendahnya Serapan Katoda Tembaga di Dalam Negeri, Baru 25%
Masih minimnya serapan katoda tembaga di dalam negeri karena manufaktur Indonesia belum berkembang. Kalah dengan Malaysia. kumparanBISNIS

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
Senior Vice President Government Relation PTFI, Harry Pancasakti, mengatakan produksi katoda tembaga dari smelter PT Smelting dan smelter kedua perusahaan di Manyar, Gresik, mencapai rata-rata 800.000 ton per tahun.
"Produksi baik dari smelter baru yang di Manyar atau smelter yang PT Smelting, secara rata-rata sekitar 800 ribu ton katoda tembaga per tahun yang dapat dihasilkan dari PTFI," katanya saat Minerba Convex 2025, Kamis (16/10).
Harry mengungkapkan tantangannya adalah serapan katoda tembaga di dalam negeri sangat minim. Smelter PT Smelting yang telah memproduksi katoda tembaga sejak tahun 1998 hanya bisa terserap 50 persen di dalam negeri.
"Kalau kita tambahkan dengan produksi katoda tembaga dari smelter Freeport yang baru dengan serapan yang sama, memang pada saat ini belum ada industri-industri yang baru, artinya secara domestik baru 25 persen katoda tembaga yang dapat diserap di dalam negeri," ungkapnya.
Dia menyebutkan, rendahnya serapan katoda tembaga di Indonesia salah satunya karena industri manufaktur yang belum berkembang, yang masih kalah jauh dari Malaysia, Thailand, hingga Vietnam.
ADVERTISEMENT
“Mereka (negara tetangga) punya industri elektronik yang jelas dan kuat. Ini sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk memperkuat hilirisasi katoda di dalam negeri,” kata Harry.
Menurutnya, masalah ini bisa diantisipasi dengan kolaborasi dengan industri dan pemerintah. Salah satunya dengan memperbesar basis industri di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Gresik yang dapat menyerap katoda tembaga.
Dia menyebutkan, PTFI sudah mendapatkan komitmen dari PT Hailiang Nova Material Indonesia yang beroperasi di JIIPE, dengan volume sekitar 100.000 ton per tahun, serta Xinyi Glass yang juga akan berinvestasi di kawasan tersebut.
"Sudah ada beberapa investor yang mulai tertarik dan bersama-sama melakukan kolaborasi dengan kita untuk memanfaatkan katoda tembaga, ada PT Hailiang yang sudah sepakat masuk ke kawasan ekonomi khusus JIIPE," jelas Harry.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengeluhkan penyerapan atau konsumsi katoda tembaga oleh industri dalam negeri sangat minim, sehingga produksi perusahaan sebagian masih diekspor.
"Kenyataannya katoda tembaga yang sudah diproduksi PT Smelting itu separuhnya masih diekspor jadi sekitar 200 ribu ton dikonsumsi dalam negeri, 150 ribu ton masih diekspor," kata Tony saat BNI Investor Daily Summit 2024, Selasa (8/10).
Dia mengatakan PTFI sudah menggelontorkan investasi yang besar untuk membangun smelter. Dua smelter tembaga perusahaan ditargetkan dapat memurnikan 3 juta ton konsentrat tembaga per tahun dengan produksi sekitar 1 juta ton katoda tembaga, 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun.
