Garuda Dapatkan Penerbangan Tambahan untuk Haji Seperti yang Diminta Sekjen DPR
·waktu baca 3 menit

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) memastikan mendapat penerbangan tambahan untuk keberangkatan haji anggota DPR RI. Sebanyak 80 kursi bisnis untuk penerbangan haji anggota DPR itu dibayar melalui agen pembelian tiket penerbangan, sehingga bukan permintaan kursi gratis.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Prasetio, menjelaskan transaksi pemesanan kursi penerbangan haji anggota DPR, baik itu kursi ekonomi atau bisnis, seluruhnya dilakukan melalui agen.
"Jadi kalau itu agen sudah membayar ke kita ya tentu kita tidak memilih ini 80 atau apa, itu berlaku ke semua masyarakat yang masuk di dalam kriteria kuota tambahan. Mereka akan pesannya dari agen," tegasnya saat acara Ngopi BUMN, Kamis (22/6).
Prasetio memastikan, layanan yang sama juga berlaku bagi masyarakat yang mendapatkan kuota tambahan jemaah haji di tahun ini. Jika sudah membayar, dipastikan Garuda akan menyediakan kursi sesuai dengan pesanan.
"Tidak hanya spesifik kepada DPR tapi juga kepada masyarakat lain kalau dia melakukan settlement payment kepada agen, tentunya kita wajib untuk memberikan layanan yang terbaik untuk semuanya, tidak ada secara spesifik," jelas dia.
Dalam kesempatan sama, Staf Khusus Menteri BUMN III, Arya Sinulingga, menegaskan permintaan khusus anggota DPR sebanyak lebih dari 80 kursi kelas bisnis Garuda Indonesia untuk penerbangan haji akan sangat menguntungkan bagi bisnis perseroan.
Arya menyebutkan, permintaan DPR tersebut bukan pemberian gratis, melainkan mereka tetap membayar sesuai harga yang ditetapkan untuk kelas bisnis.
"DPR bukan minta gratis, DPR itu bayar. Mereka minta bisnis karena mereka bayar bisnis. Jadi itu betul-betul bukan ada fasilitas khusus dikasih ke DPR gratis," kata dia.
Dengan demikian, lanjut Arya, Garuda Indonesia tentu akan mendapatkan keuntungan besar. Dia juga menekankan, Kementerian BUMN tidak tertekan terhadap pesanan khusus DPR, melainkan berbahagia karena bisnis yang berjalan baik.
"Jadi kalau DPR pesan itu BUMN untung besar, dapat muatan, margin gede, mahal itu barang. Kami bukan tertekan oleh DPR, kami bahagia dengan pesanan DPR karena menguntungkan itu bagi kami Garuda," jelas dia.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, kemarin dia dihubungi Sekretaris Jenderal DPR untuk memastikan ada tambahan puluhan kursi untuk anggota DPR bisa berangkat ke Tanah Suci. Tapi dia belum menjawab pasti karena harus izin terlebih dulu ke dari Otoritas Penerbangan alias General General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.
"Kemarin kami dihubungi Sekjen DPR untuk memastikan ada tambahan 80 anggota DPR untuk bisa berangkat haji. Itu stay tuned, kami belum bisa janjikan tambahan pesawat (karena) memang ini persoalan izin GACA Arab Saudi," kata dia dalam rapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (13/6).
