GoFood Hadir di Tokopedia, Cara Jitu GoTo Kejar Profitabilitas

16 Agustus 2022 11:09
·
waktu baca 4 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sinergi antara Tokopedia dan Gojek untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Foto: dok. GoTo
zoom-in-whitePerbesar
Sinergi antara Tokopedia dan Gojek untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Foto: dok. GoTo
Para pengguna Tokopedia kini tak perlu bingung lagi saat ingin memesan makanan. Cukup membuka layanan GoFood lewat aplikasi Tokopedia, pengguna dapat dengan mudah menemukan berbagai restoran favorit.
Tak hanya memudahkan masyarakat, sinergi ini juga merupakan inovasi dari ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) yang dinilai dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mengakselerasi pencapaian profitabilitas.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengapresiasi aksi GoTo yang menyinergikan GoFood dengan Tokopedia. Menurutnya, hal ini sejalan dengan upaya penguatan ekosistem yang sejak awal ditetapkan manajemen GoTo untuk menjangkau konsumen secara lebih luas serta menciptakan pengalaman baru kepada masyarakat.
"Ini langkah untuk membangun ekosistem yang besar. Apalagi Tokopedia enggak main-main karena hampir menjadi super apps juga. Apa pun tersedia di sana. Dengan adanya GoFood, belanjanya di Tokopedia, pengirimannya pakai Gojek. Nah di tengah-tengah itu ada bayar dong tentunya, itu pakai layanan grup mereka juga. Kebayang betapa besarnya," ungkapnya.
Sinergi ini juga akan membuat GoFood yang selama ini merupakan pemimpin pasar layanan pesan antar makanan online menjadi semakin kuat.
"Pasti semakin kuat karena yang belum install aplikasi GoFood pun bisa pesan lewat aplikasi Tokopedia," kata Nico.

Tingkatkan Nilai Transaksi GoFood

Ilustrasi layanan daily needs baru di GoFood Foto: Azalia Amadea/Kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi layanan daily needs baru di GoFood Foto: Azalia Amadea/Kumparan
Menurut hasil riset Tenggara Strategics yang diterbitkan pada Juni 2022, nilai transaksi pesan-antar makanan (GMV) yang terjadi di sektor online food delivery mencapai Rp 78,4 triliun. Dari jumlah tersebut, nilai transaksi di platform GoFood merupakan yang tertinggi dan mencapai Rp 30,65 triliun.
"Ekosistem seperti apa yang disukai dan dibutuhkan masyarakat, untuk memberikan pengalaman baru, nah ini dijangkau oleh GoTo dengan cara jemput bola," ungkapnya.
Aksi GoTo ini juga diharapkan berdampak positif kepada UMKM khususnya bidang kuliner sehingga semakin tumbuh. "Sebenarnya sudah terlihat sejak pandemi ya di mana Gojek jadi kepanjangan tangan banyak masyarakat untuk belanja kebutuhan," imbuhnya.
Kehadiran GoFood dalam aplikasi Tokopedia juga dinilai sebagai strategi bisnis yang cerdas dalam rangka mengoptimalkan sinergi pengguna di masing-masing platform. Menurut Nico, terdapat ruang pertumbuhan yang besar terutama dari begitu banyak pengguna Tokopedia yang belum menginstal aplikasi GoFood dan menguntungkan bagi merchant GoFood karena bisa menjangkau pasar lebih luas melalui Tokopedia.
Besarnya ruang pertumbuhan dimaksud tercermin dari laporan kinerja GoTo pada kuartal pertama 2022 yang mencatat irisan pengguna Gojek dengan Tokopedia baru mencapai 21 persen atau sekitar 11,6 juta pengguna. Sejak strategi sinergi ekosistem dijalankan, pengguna lintas platform GoTo terus bertumbuh sebesar 37 persen.

Strategi Lain untuk Tingkatkan Profitabilitas

Sebelum inovasi GoFood dalam Tokopedia, strategi cross-selling antar platform ini juga sudah dijalankan antara lain dengan meluncurkan GoSend Car, layanan GoCar untuk mengantar paket Tokopedia. Ada juga GoKilat sebagai metode pengiriman belanja Tokopedia, dan peluncuran GoPay sebagai metode pembayaran di Tokopedia.
Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek
zoom-in-whitePerbesar
Layanan Gojek dan Tokopedia (GoTo). Foto: Gojek
Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan, mengatakan kehadiran GoFood dalam aplikasi Tokopedia selaras dengan strategi cross-pollination (sinergi antar-platform) yang ditetapkan GoTo dalam rangka percepatan profitabilitas.
"Dengan ini maka aktivitas (transaksi) semakin meningkat," ujar Farras.
Meskipun secara jangka pendek dampak peningkatan transaksi akan lebih dulu terjadi di Tokopedia, Farras menambahkan, strategi cross-pollination berupa masuknya GoFood di e-commerce itu pada akhirnya akan berdampak lebih luas kepada seluruh ekosistem GoTo.
Sesuai risetnya, Farras masih meyakini potensi pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) GOTO akan mencapai Rp 710 triliun pada tahun 2022 dibandingkan realisasi sebesar Rp461 triliun pada tahun sebelumnya terutama karena penerapan strategi hyperlocal dan cross-pollination ini.
Dalam pengumuman resmi GoTo disebutkan bahwa saat ini Perseroan mempunyai empat pilar strategi bisnis untuk mempercepat pencapaian profitabilitas. Pertama adalah meningkatkan cross-selling atau penjualan antar platform yang terdiri dari Gojek, Tokopedia, dan GoTo Financial. Kedua, menggunakan pendekatan hyperlocal untuk layanan logistik dan fulfillment e-commerce.
Strategi ketiga adalah mengintegrasikan layanan teknologi keuangan (fintech) di seluruh platform. Adapun strategi keempat meningkatkan layanan bernilai tambah untuk mitra driver, mitra usaha, dan konsumen.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan GoTo
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020