Bisnis
·
16 November 2020 12:54

Guru Besar ITB Luncurkan Buku Geologi Indonesia, Ditulis Selama 10 Tahun

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Guru Besar ITB Luncurkan Buku Geologi Indonesia, Ditulis Selama 10 Tahun (102585)
Peluncuran buku 'An Introduction into The Geology of Indonesia' yang ditulis Prof. Dr. R.P. Koesoemadinata di Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa
Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) yang juga dikenal sebagai Bapak Geologi Minyak dan Gas Indonesia, Profesor Doktor R.P. Koesoemadinata meluncurkan buku berjudul 'An Introduction into The Geology of Indonesia'. Peluncuran dilakukan secara fisik dan virtual di Gedung Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Dalam acara peluncuran buku ini, Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Geologi (GEA) ITB, Nanang Abdul Manaf mengatakan, buku berhalaman tebal ini dirampungkan Koesoemadinata selama 10 tahun. Perjalanan penulisan buku ini dimulai pada 2010 dan baru selesai tahun ini.
"Kami menyebutnya sebagai masterpiece. Ini adalah idealisme dari profesor, kerja keras tiada henti selama 10 tahun dibantu dengan teman-teman alumni ITB akhirnya buku ini mulai terbit," ujar Nanang, Senin (16/11).
Secara umum, Koesoemadinata menceritakan, buku yang ditulisnya ini berasal dari pengalamannya di dunia geologi sejak Kemerdekaan RI pada 1945 hingga saat ini. Buku ini, katanya, sering juga disamakan dengan buku dari Geologi Belanda, Rein van Bemmelen, yang terbit 1949 yang mencakup geologi di masa Hindia-Belanda.
ADVERTISEMENT
Dia bercerita, sesudah Kemerdekaan RI, jumlah ahli geologi di Indonesia bisa dibilang nol. Karena itu, dia beruntung bisa mengikuti perkembangan geologi saat itu hingga sekarang, termasuk mengalami masa perubahan paradigma pre-plate-tectonics yang menghasilkan banyak penelitian tentang geologi Indonesia.
"Buku ini coba merangkum data geologi selama 75 tahun Kemerdekaan RI. Saya harap buku ini bisa bermanfaat bagi eksplorasi sumber daya bumi di masa sekarang dan masa mendatang," katanya dalam sambutan.
Peluncuran buku ini dihadiri banyak pejabat dan pelaku industri di sektor migas dan minerba Indonesia yang kebanyakan merupakan alumni ITB sekaligus mahasiswa Koesoema semasa mengajar di kampus tersebut.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji, dan CEO Medco Energi Hilmi Panigoro merupakan mahasiswa Koesoema di ITB pada puluhan tahun lalu.
Guru Besar ITB Luncurkan Buku Geologi Indonesia, Ditulis Selama 10 Tahun (102586)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif hadiri rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR RI di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (27/1). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menteri ESDM Arifin Tasrif yang hadir dalam acara ini mengatakan buku ini akan sangat berguna bagi industri migas nasional. Sebab, Indonesia memiliki sumber energi yang banyak tapi belum semuanya bisa dieksplorasi.
ADVERTISEMENT
Dari 128 cekungan yang berpotensi menghasilkan sumber migas, masih ada 68 cekungan yang belum terjamah. Kehadiran buku ini, katanya bisa menjadi acuan untuk kegiatan eksplorasi migas nasional.
"Kegiatan eksplorasi tidak bisa lepas dari Badan Geologi. Karena itu penyediaan informasi geologi sangat penting dan salah satu referensi adalah buku ini," ujar dia.
Rasa terima kasih atas terbitnya buku ini juga disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. Dia yang merupakan alumni ITB mengungkapkan buku ini sangat penting menjadi acuan dalam pembangunan infrastruktur nasional yang menjadi tugasnya selama ini di kementerian.
"Saya yakin buku ini akan jadi rujukan kami untuk bangun infrastruktur karena bangun jembatan-jembatan dan terowongan ini rumit, bukan lagi kita gali tebing tapi buat terowong sehingga bisa tetap jaga kelestarian lingkungan. Saya akan sangat bahagia bisa memanfaatkan buku ini," ujar Basuki.
ADVERTISEMENT
Ridwan Djamaluddin yang juga pernah menjadi mahasiswa Koesoema 30 tahun lalu mengungkapkan rasa bangganya. Sebab, buku ini menjadi mahakarya tidak ternilai bagi Indonesia.
Menurut dia, Indonesia bisa menjadi juara atas negara lain melalui jalur keilmuan, salah satunya ilmu geologi yang membuka jalur untuk penemuan sumber daya alam nasional. Dia berharap Koesoema bisa mendapatkan penghargaan bintang dari Presiden Jokowi.
"Bidang ini adalah salah satu cara Indonesia jadi pemenang. Tanpa pemikiran bapak, saya tidak yakin lifting migas Indonesia akan sebanyak ini. Sebagai Ketua Ikatan Alumni ITB, tentu saya sangat bangga. Bapak layak dapat bintang. Kalau jenderal-jenderal itu dapat penghargaan, bapak juga layak dapat, Pak," terang Ridwan.
Mengutip laman resmi ITB, Koesoemadinata menamatkan studi di Geologi ITB. Pada 1960, dia diangkat menjadi dosen di Jurusan Teknik Geologi ITB.
ADVERTISEMENT
Pendidikan lanjutannya di Queen’s University, Ontario Canada dan di Colorado School of Mines, Amerika Serikat, sampai memperoleh gelar Doctor of Science pada tahun 1968, dan pada tahun 1986 mendapatkan gelar Profesor Geologi.
Lingkup perhatian utamanya adalah sedimentologi dan sumber daya energi, serta banyak mencurahkan perhatiannya dalam ilmu pengendapan batubara. Bahkan, akhir-akhir ini, juga memberi perhatian terhadap Geowisata.
Ilmu dan pengalamannya yang cemerlang, telah membawanya menjadi konsultan di industri perminyakan dan pertambangan di Indonesia, seperti di Pertamina, Cities Cervice, Amoco, Mobil Oil, Unocal, Elf Acquitane, H. Patragas, PT Aneka Tambang, PT Bukit Asam, dan lain-lainnya.
sosmed-whatsapp-whitesosmed-facebook-whitesosmed-twitter-whitesosmed-line-white