kumparan
15 Apr 2019 18:28 WIB

Harga Beli Bawang Putih di Importir Rp 50 Ribu per Kg

Stok Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
Distributor alias pedagang besar di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, berkeluh kesah mahalnya harga beli bawang putih cutting di importir yang mencapai Rp 50 ribu per kg. Imbasnya, harga di tingkat ecer juga ikut naik.
ADVERTISEMENT
“Dari importir memang sudah tinggi sekitar Rp 50 ribu per kg, kenaikan sudah mulai terasa udah agak lama,” kata distributor bawang putih UD Bumi Jaya, Rival, kepada kumparan, Senin (15/4).
Tingginya harga bawang putih di tingkat importir menyebabkan kemampuan beli distributor cukup terbatas. Saat harga normal yaitu Rp 20 ribu per kg, Rival mengaku bisa membeli bawang putih dari importir hingga 10 ton per hari. Sementara dalam seminggu terakhir ia hanya mampu membeli 8 ton.
“Jadi lagi naik enggak ambil banyak karena harga mahal,” katanya.
Stok Bawang Putih di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (15/4). Foto: Abdul Latif/kumparan
Sementara itu, pedagang besar lainnya, yang enggan disebutkan namanya mengatakan saat ini pasokan bawang putih impor kosong. Alasannya sama, karena kemampuan mereka membeli sangat terbatas di saat harga sedang tinggi-tingginya.
ADVERTISEMENT
“Biasanya idealnya Rp 20 ribu per kg, kenaikannya udah mulai awal tahun ini. Hari ini enggak ada barang, kosong untuk (bawang) cutting. Kadang ada enggak tentu,” timpalnya.
Kedua distributor tersebut memasok bawang putih ke sebagian besar pasar di Jakarta. Soal penyebab kenaikan tajam harga bawang putih, mereka kompak menjawab tidak tahu menahu.
“Pokoknya kalau harga tinggi kita enggak ambil banyak. Tapi kita selalu ada stok,” jelasnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan