Harga Cabai di Jakarta Masih Mahal, Mentan Bakal Datangkan Pasokan dari Aceh

12 November 2025 15:22 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Harga Cabai di Jakarta Masih Mahal, Mentan Bakal Datangkan Pasokan dari Aceh
Mentan Amran berniat mengatasi masalah tingginya harga cabai di Jakarta.
kumparanBISNIS
Mentan Amran Sulaiman saat ditemui di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mentan Amran Sulaiman saat ditemui di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Subang, Jawa Barat, Rabu (12/11/2025). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
ADVERTISEMENT
Harga cabai di Jakarta masih tinggi. Untuk mengatasinya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman bakal mendatangkan pasokan cabai merah dari Aceh ke Jakarta.
ADVERTISEMENT
Sebagai langkah awal, Amran juga sudah menugaskan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan untuk stabilisasi harga tersebut, utamanya untuk daerah yang masih mengalami lonjakan harga.
“Nah, harga cabai, aku minta hortikultura segera turun. Ada kemarin cabai yang luas banget, ada 15 ribu hektare dari Aceh. Saya bilang, tolong kirim ke Jakarta dengan Jawa. Karena memang (harga) cabai keadaan tinggi,” kata Amran ditemui di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Subang, Jawa Barat pada Rabu (12/11).
Pembeli melihat kondisi cabai di Pasar Senen, Jakarta, Jumat (20/6/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Berdasarkan panel Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per Rabu (12/11), harga cabai merah besar di Jakarta memang dalam keadaan tinggi yakni pada Rp 92.150 per kg. Sementara itu harga cabai merah keriting di Jakarta adalah Rp 68.550 per kg.
ADVERTISEMENT
Untuk harga rata-rata nasional, saat ini harga cabai merah besar adalah Rp 57.000 per kg. Sedangkan harga cabai merah keriting berada pada angka Rp 55.400 per kg.
Amran berkomitmen melakukan stabilisasi harga cabai dan komoditas lainnya. Namun, pemerintah juga ingin ada keseimbangan antara harga pembelian oleh masyarakat dengan harga penjualan oleh petani.
“Supaya kita berada di tengah. Pemerintah harus menjaga konsumen dan produsen. Kita harus berada di tengah. Tapi Insyaallah kami kerja keras untuk menstabilkan semua harga pangan yang naik, yang terpenting, beras aman,” tutur Amran.