Kumparan Logo

Harga Komoditas: Minyak Mentah, Batu Bara, Timah, dan Nikel Turun

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/11/2022). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/11/2022). Foto: Nova Wahyudi/Antara Foto

Harga komoditas mayoritas terpantau turun. Hanya crude palm oil (CPO) yang mengalami kenaikan harga, meski tipis 1,08 persen.

Minyak Mentah

Harga minyak turun lebih dari 1 persen pada penutupan Selasa (16/7), melanjutkan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut, di tengah kekhawatiran pelambatan ekonomi Tiongkok yang menghambat permintaan. Meskipun penurunan minyak mentah dibendung oleh dugaan mengenai langkah Federal Reserve AS yang akan mulai memangkas suku bunga utamanya paling cepat pada bulan September.

Mengutip Reuters harga minyak mentah Brent ditutup turun USD 1,12, atau 1,3 persen pada USD 83,73 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun USD 1,15, atau 1,4 persen menjadi USD 80,76.

Batu Bara

Harga batu bara turun pada penutupan perdagangan Selasa (16/7). Menurut bursa ICE Newcastle (Australia), harga batu bara kontrak pengiriman Juli 2024 turun 0,41 persen menjadi USD 134,4 per ton.

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) terpantau naik pada penutupan perdagangan Selasa (16/7) . Menurut bursamalaysia.com, harga CPO kontrak Agustus 2024 naik dari MYR 3.952 per ton jadi MYR 3.985 per ton.

Nikel

Harga nikel terpantau turun pada penutupan perdagangan Selasa. Harga nikel berdasarkan London Metal Exchange (LME) ditutup turun 0,64 persen menjadi USD 16.594 per ton.

Timah

Harga timah terpantau turun pada penutupan perdagangan Selasa. Harga timah berdasarkan LME berakhir turun 0,23 persen menjadi USD 33.171 per ton.