Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik Hampir 3 Persen, CPO Turun 1,4 Persen

11 Juni 2024 8:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi minyak mentah. Foto: IhorL/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi minyak mentah. Foto: IhorL/Shutterstock
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Harga minyak mentah naik pada Senin (10/6), didukung oleh harapan meningkatnya permintaan bahan bakar pada di musim panas, meskipun dolar AS menguat dan ekspektasi Federal Reserve AS akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk jangka waktu lebih lama.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, minyak mentah Brent naik 2,5 persen menjadi USD 81,63 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) naik 2,9 persen menjadi USD 77,74 per barel.

Batu Bara

Sedangkan harga batu bara menguat pada penutupan perdagangan Senin. Menurut situs tradingeconomics, harga batu bara naik tipis 0,53 persen menjadi USD 133.70 per ton.
Batu bara di bursa Newcastle turun di bawah level USD 140 per ton, didorong oleh proyeksi penurunan permintaan batu bara metalurgi di China selama tiga tahun berturut-turut. Penurunan ini disebabkan oleh stagnasi pada sektor properti dan infrastruktur.

CPO

Harga minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) menurun pada penutupan perdagangan Senin. Menurut situs tradingeconomics, harga CPO turun 1,48 persen menjadi MYR 3.917 per ton.
ADVERTISEMENT
Harga CPO sudah naik sekitar 6,45 persen sejak awal tahun 2024, menurut perdagangan contract for Difference (CFD) yang melacak pasar acuan komoditas ini.

Nikel

Adapun harga nikel mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Harga nikel menurut situs tradingeconomics terpantau menguat 0,4 persen dan menetap di USD 18.103 per ton.
Nikel turun di kisaran USD 18.000 per ton karena aksi ambil untung yang dilakukan investor. Selain itu, antisipasi penurunan suku bunga utama bank sentral ECB, bersama dengan indikasi penurunan suku bunga The Fed masih mungkin terjadi tahun ini, menyebabkan beberapa investor menyesuaikan atau mengurangi posisi komoditas mereka.
Sementara itu, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat kerusuhan di Kaledonia Baru, wilayah luar negeri Prancis yang memiliki sekitar 20-30 persen cadangan nikel dunia, mulai mereda.
ADVERTISEMENT

Timah

Sementara itu, harga timah juga mengalami kenaikan pada penutupan perdagangan Senin. Harga timah menurut London Metal Exchange (LME) terpantau naik 1,74 persen dan berakhir di USD 32.001 per ton.
Harga timah dipengaruhi kuatnya permintaan dan penurunan pasokan. Eksportir terbesar, Indonesia, memicu kekhawatiran akan ketatnya pasokan secara global karena penundaan perizinan berdampak besar pada pengiriman pada kuartal I 2024, yang diperburuk oleh kekhawatiran gangguan perizinan di masa depan pada sisa tahun ini.