kumparan
5 Juli 2018 8:58

Harga Minyak Naik, Trump Salahkan OPEC

Donald Trump.
Donald Trump. (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)
Harga minyak dunia kembali naik, dipicu ancaman Iran yang akan menghambat distribusi di kawasan regional dan turunannya stok minyak Amerika Serikat (AS) dua pekan berturut-turut. Gara-gara itu, Presiden AS Donald Trump menyalahkan OPEC.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari data Reuters, harga minyak Brent di pasar berjangka untuk pengiriman September ditutup naik USD 48 sen menjadi USD 78,24/barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD 19 sen menjadi USD 74,33/barel.
Sebelumnya, Presiden Iran Hassan Rouhani pada Selasa (3/7) mengancam akan menghambat distribusi minyak kawasan regional, yang melintas perairan Teluk Persia. Ancaman ini muncul, jika AS terus mengembargo penjualan minyak Iran.
Keadaan ini diperparah persoalan produksi minyak di Libya, meskipun negara-negara OPEC lainnya telah meningkatkan produksi harian minyak mereka. “Dalam kondisi normal, peningkatan produksi seharusnya menakan harga minyak untuk turun. Tapi kondisi saat ini tidak normal,” kata PVM Oil Associates Tamas Varga.
Ilustrasi pengeboran minyak dan gas
Ilustrasi kilang minyak (Foto: Reuters/Todd Korol)
Gara-gara harga minyak yang bertahan tinggi di kisaran USD 74-75/barel, Presiden AS pun berang. Dia menyalahkan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebagai pemegang monopoli yang menyebabkan harga tinggi.
ADVERTISEMENT
“TURUNKAN HARGA SEKARANG!” tulis Trump dengan huruf kapital di akun twitternya, @realDonaldTrump.
Sementara stok minyak AS di pekan terakhir Juni, turun 4,5 juta barel atau lebih besar dari perkiraan analis yang memprediksi 3,5 juta barel.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan