Hengkang Gara-gara Perang, Nissan Jual Bisnis di Rusia Cuma Seharga Rp 15.000

11 Oktober 2022 20:49
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Logo Nissan terbaru pada Nissan Magnite. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Logo Nissan terbaru pada Nissan Magnite. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
ADVERTISEMENT
Perusahaan otomotif asal Jepang, Nissan Motor Co, memutuskan hengkang dari Rusia setelah negara itu mengobarkan perang di Ukraina. Pabrik dan fasilitas produksi serta R&D yang mereka miliki, dijual ke BUMN Rusia cuma 1 euro atau hampir setara Rp 15.000.
ADVERTISEMENT
Nissan memusatkan operasi bisnisnya di Rusia, dari kota St. Petersburg. Penjualan bisnis Nissan dilakukan ke BUMN sektor otomotif milik Rusia, NAMI. Selama ini BUMN tersebut menjalankan pengembangan industri otomotif Rusia.
"Gara-gara hengkang dari Rusia, Nissan merugi USD 687 juta [Setara Rp 10,5 triliun]. Pabrik dan pusat R&D-nya dijual cuma 1 euro," tulis Reuters, Selasa (11/10).
Pabrik Nissan di St. Petersburg sendiri sudah berhenti beroperasi sejak Maret 2022. Hal itu karena mereka kehilangan rantai pasok sejumlah komponen, akibat embargo perdagangan internasional oleh Barat.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Pabrik mobil Lada di Rusia. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Pabrik mobil Lada di Rusia. Foto: Dok. Istimewa
Selama ini Nissan memutuskan bertahan di Rusia, sambil menunggu kemungkinan produksi lagi mobil mereka. Tapi dengan perang yang makin meruncing diikuti perseteruan Barat serta para sekutunya dan Rusia dengan para sekutunya, mereka kehilangan harapan untuk bisa beroperasi lagi.
ADVERTISEMENT
Kesepakatan jual-beli itu menjadikan Nissan sebagai perusahaan global terbaru yang meninggalkan Rusia, sejak Putin mengerahkan pasukan untuk menginvasi Ukraina pada Februari 2022 lalu. Perusahaan otomotif lainnya, Mercedes Benz dan Volkswagen, sudah lebih dulu melakukan langkah itu.
Demikian juga sejumlah perusahaan global lainnya di sektor teknologi seperti Microsoft, Samsung, dan Google.
Dengan transaksi itu, saham Nissan Manufacturing Russia kini beralih kepemilikan ke NAMI. Meski demikian, Kementerian Perindustrian Rusia menyebut, Nissan masih memiliki opsi untuk membeli kembali (buyback) enam tahun dari sekarang.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020