Holding PTPN Bakal Produksi 2 Miliar Liter Minyak Goreng pada 2026

26 Mei 2022 15:45
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Holding PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang dipimpin PTPN III menargetkan produksi 2 miliar liter minyak goreng pada 2026. Target dipasang untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri di tengah masalah minyak goreng yang tak kunjung selesai.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani mengatakan saat ini perusahaan memproduksi 4 juta liter minyak goreng per bulan dan akan dinaikkan produksinya menjadi 10 juta liter hingga akhir tahun.
"Jadi kami targetnya tahun 2026 itu 2 miliar liter minyak goreng kami hasilkan. Nah kalau komparasi dengan kebutuhan minyak goreng curah sekarang 2,4, itu sudah 80 persen PTPN bisa mencukupi kebutuhan minyak goreng curah di tahun 2026," kata dia dalam program The CEO kumparan, Rabu (25/5).
Ghani mengatakan berani pasang target 2 miliar liter minyak goreng hingga 2026 karena produksi tanda buah segar (TBS) dan minyak kelapa sawit mentah (crude price oil/CPO) akan digenjot. Tahun ini, PTPN menargetkan produksi CPO 3,13 juta ton dengan produktivitas lahan 5,48 ton per hektar atau naik 13,5 persen dibandingkan realisasi protas 2021.
ADVERTISEMENT
Tak hanya genjot produksi, Ghani menyebut PTPN juga memiliki mimpi bisa mengalahkan Sime Darby, perusahaan sawit terbesar di dunia asal Malaysia dari sisi luas lahan.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sime Darby merupakan perusahaan hasil penggabungan tiga BUMN perkebunan kelapa sawit asal Malaysia yang bernama Synergy Drive Sdn Bhd, terdiri dari Golden Hope Plantation Bhd, Sime Darby Bhd, dan Guthrie Bhd.
Perusahaan ini memiliki nilai merger yang setara Rp 78,8 triliun, hal ini menjadikan mereka sebagai perusahaan kelapa sawit yang disegani di dunia. Saat ini Synergy memiliki lahan perkebunan kelapa sawit seluas 647.373 hektar yang tersebar di Malaysia dan Indonesia. Jika ditotalkan luas lahan yang ditanam pada kedua negara dapat mencapai 523.310 hektar dengan produksi CPO sebesar 2,1 juta ton per tahun atau 13 persen produksi CPO Malaysia.
ADVERTISEMENT
Sementara lahan kelapa sawit milik holding PTPN, kata Ghani, saat seluas 565 ribu hektar. Masih kalah 50 ribu hektar untuk bisa mengalahkan Sime Darby.
"Tapi kita punya lahan karet 140 ribu hektar. Katakanlah 80 ribu hektar dari lahan karet kita tambahkan di situ (sawit) kan kita lebih luas dari Derby yang 640 ribu hektar. Makanya target kita 5 tahun itu bisa kuasai 700 ribu hektar sawit, jadi kita bisa terluas di dunia," kata Ghani.
Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani (kiri) menemani Menteri BUMN Erick Thohir meninjau operasi pasar tambahan yang dilakukan PTPN di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (8/1/2022). Foto: Kementerian BUMN
zoom-in-whitePerbesar
Dirut PTPN III Mohammad Abdul Ghani (kiri) menemani Menteri BUMN Erick Thohir meninjau operasi pasar tambahan yang dilakukan PTPN di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Sabtu (8/1/2022). Foto: Kementerian BUMN
Dengan diperluasnya lahan kelapa sawit, dia yakin produksi minyak goreng dengan brand NusaKita bisa semakin banyak masuk pasar ritel Indonesia. Kata Ghani, dalam waktu 4 tahun ke depan minyak goreng PTPN akan menguasai pasar ritel 6 persen.
ADVERTISEMENT
"Artinya, minyak goreng merk NusaKita nanti 4 tahun ke depan ada seperlima belas, 6 persen dari produksi nasional kita akhiri di market," terangnya.