Ide Cemerlang LPDB-KUMKM untuk Pengembangan Destinasi Wisata

26 Agustus 2022 15:31
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ide LPDB-KUMKM untuk pengembangan destinasi Wisata. Foto: Dok. LPDB-KUMKM
zoom-in-whitePerbesar
Ide LPDB-KUMKM untuk pengembangan destinasi Wisata. Foto: Dok. LPDB-KUMKM
ADVERTISEMENT
Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) berhasil meraih juara ketiga dalam ajang kompetisi The Asset Manager 2022 yang diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN).
ADVERTISEMENT
Adapun The Asset Manager 2022 merupakan ajang kompetisi yang memperlombakan ide, gagasan, dan juga pemikiran terkait pengelolaan aset negara. Pada penyelenggaraan tahun keempat The Asset Manager 2022 diikuti oleh 108 peserta dengan dua kategori yakni Maestro dan Master, objek aset negara yang diperlombakan adalah aset dari Badan Otorita Candi Borobudur.
Pada tahun ini LMAN mengusung tema 'Optimalisasi Aset Negara Dalam Rangka Mendukung Wisata dan Ekonomi Kreatif Untuk Pemulihan Ekonomi Negeri'.
Dalam ajang kompetisi The Asset Manager 2022, LPDB-KUMKM mengikuti kategori Maestro dan berhasil lolos masuk grand final dan menjadi juara ketiga. Pada kompetisi ini LPDB-KUMKM diwakili oleh dua orang peserta yakni Dedy Wicaksono dari Direktorat Umum dan Hukum, dan Anita Wijayanti Yusuno dari Direktorat Keuangan.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo menyambut positif atas keberhasilan LPDB-KUMKM meraih juara ketiga dalam ajang tersebut. Ia juga memberikan selamat atas raihan prestasi dalam ajang The Asset Manager 2022.
Menurut Supomo, kontingen LPDB-KUMKM telah mampu memberikan ide, gagasan, dan juga pemikiran dalam pengelolaan aset negara yang mendukung tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan juga pariwisata melalui koperasi dan UMKM.
"Ide dan gagasan pengelolaan aset negara di wilayah pariwisata dengan pendekatan kepada sektor koperasi dan UMKM ini sejalan dengan upaya LPDB-KUMKM dalam mendukung program pemerintah khususnya di sektor pariwisata melalui penyaluran dana bergulir, selamat untuk Saudara Dedy Wicaksono dan Saudari Anita Wijayanti Yusuno," kata Supomo melalui keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (26/8).
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Menurutnya, aset negara yang tersebar di kementerian dan lembaga perlu dimanfaatkan lebih optimal untuk kepentingan publik atau masyarakat. Sehingga bisa memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara.
ADVERTISEMENT
"Optimalisasi aset negara perlu ditingkatkan, dengan kompetisi ini sangat baik ke depannya untuk memberikan pemikiran-pemikiran baru yang mendorong aset negara agar produktif, dan juga terkelola dengan profesional," kata Supomo.
Supomo menegaskan, sebagai BLU yang bergerak dalam pembiayaan koperasi, LPDB-KUMKM siap melaksanakan pengelolaan aset negara yang baik dan profesional, dan siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengelolaan aset milik negara.

Optimalisasi Aset Negara

Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi mengatakan aset milik negara jumlahnya sangat besar. Aset itu da yang masuk dalam laporan keuangan baik milik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
"Aset kita ini banyak, cuma memang pengelolaannya ini yang perlu ditingkatkan, agar memberikan kontribusi nyata kepada publik dan perekonomian negara," ujar Basuki.
Ide LPDB-KUMKM untuk pengembangan destinasi Wisata. Foto: Dok. LPDB-KUMKM
zoom-in-whitePerbesar
Ide LPDB-KUMKM untuk pengembangan destinasi Wisata. Foto: Dok. LPDB-KUMKM
Senada dengan Basuki, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan dari laporan keuangan pemerintah pusat saja aset milik negara memiliki nilai sebesar Rp 11.400 triliun. "Aset punya pemerintah pusat sendiri tercatat tidak kurang dari Rp 11.400 triliun adalah aset yang tersebar di seluruh Kementerian, Lembaga dan Badan Layanan Umum (BLU)," ujar Suahasil.
ADVERTISEMENT
Menurutnya dengan jumlah aset yang besar maka diperlukan pengelolaan yang profesional, transparan, dan akuntabel dari aset milik negara. Ia merasa dengan dilaksanakannya The Asset Manager 2022 ini, maka sudah sangat tepat dan perlu ditingkatkan kembali peserta penyelenggaraan pada 2023 mendatang.
"Dengan kompetisi ini maka sudah sangat baik akan memberikan masukan, ide, saran, dan gagasan bagi pemerintah untuk lebih optimal dalam pengelolaan aset milik negara, diharapkan ke depan aset milik negara akan semakin optimal, dan juga berkontribusi pada laju perekonomian bangsa," tutup Suahasil.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020