kumparan
search-gray
Bisnis2 Agustus 2020 14:08

Idul Adha Genjot Pemasukan Pusat Perbelanjaan, Tapi Masih di Bawah 50 Persen

Konten Redaksi kumparan
Idul Adha Genjot Pemasukan Pusat Perbelanjaan, Tapi Masih di Bawah 50 Persen (381826)
Petugas keamanan memeriksa suhu tubuh pengunjung melalui layar saat pembukaan kembali pusat perbelanjaan Mall BTM, Kota Bogor, Jawa Barat. Foto: ANTARA FOTO/Arif Firmansyah
Momentum libur Idul Adha 2020 membawa dampak baik terhadap pemasukan pengusaha pusat perbelanjaan. Jumlah pengunjung mereka meningkat karena momentum Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7), menjadikan libur Lebaran Haji kali ini cukup panjang.
ADVERTISEMENT
Sebagaimana diketahui, sejak kembali diizinkan beroperasi 45 hari lalu, jumlah pengunjung pusat perbelanjaan tak pernah mencapai 30 persen.
Kondisi tersebut sedikit membaik, khususnya dalam beberapa hari terakhir. Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja, Alphonsus Widjaja, jumlah pengunjung saat ini bisa mendekati 50 persen dari kapasitas pusat perbelanjaan.
"Terjadi peningkatan kunjungan pada saat liburan panjang namun tetap maksimal hanya 50 persen. Ini juga sesuai dengan pembatasan yang dilakukan pemerintah," ujar Alphonsus kepada kumparan, Minggu (2/8).
Idul Adha Genjot Pemasukan Pusat Perbelanjaan, Tapi Masih di Bawah 50 Persen (381827)
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meninjau sejumlah pusat perbelanjaan Mal Central Park di Jakarta Barat. Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Ia kemudian merinci, saat ini tingkat kunjungan rata-rata di pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan Non-CBD Jakarta dan Bodetabek, antara 40-50 persen. Sedangkan yang berlokasi di kawasan CBD Jakarta, hanya berkisar antara 30-40 persen.
ADVERTISEMENT
Peningkatan pengunjung ini, kata Alphonsus, juga diikuti dengan naiknya pendapatan toko-toko di pusat perbelanjaan. Namun, pemasukan tersebut masih belum mencapai angka 50 persen dari hari biasanya.
"Hal ini tentunya juga berpengaruh terhadap tingkat penjualan. Tapi masih tidak bisa lebih dari 50 persen," pungkasnya.
Ia mengatakan, kondisi tersebut sedikit membaik dibanding sebulan awal saat pusat perbelanjaan kembali beroperasi pada 15 Juni 2020. Kendati begitu, pertumbuhan kunjungan ini ia nilai masih relatif lambat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white