kumparan
search-gray
Bisnis15 April 2020 10:31

Imbas Corona, IMF Proyeksi Ekonomi RI Hanya 0,5 Persen di 2020

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi IMF
Ilustrasi IMF Foto: Reuters
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 0,5 persen selama tahun ini. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang sebesar 5,1 persen.
ADVERTISEMENT
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diprediksi anjlok tersebut juga sejalan dengan proyeksi ekonomi global, yang bahkan mengalami resesi atau minus 3 persen di tahun ini. Proyeksi ini jauh lebih buruk dibandingkan krisis keuangan global 2008-2009, bahkan terburuk sejak 1930.
Ekonomi global, menurut IMF, akan kontraksi sebesar 3 persen tahun ini, jauh lebih buruk daripada selama krisis keuangan global 2009, karena pandemi menempatkan ekonomi global dalam risiko resesi terburuk sejak Depresi Besar 1930.
“Revisi ke bawah yang signifikan terhadap proyeksi pertumbuhan 2020 mencerminkan gangguan domestik yang besar terhadap aktivitas ekonomi dari COVID-19,” tulis laporan IMF ‘World Economic Outlook: The Great Lockdown’ seperti dikutip kumparan, Rabu (15/4).
Jakarta Status PSBB
Warga melintas di depan toko yang telah tutup di kawasan Sabang, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
IMF menilai, virus corona akan memukul ekonomi Indonesia, apalagi saat ini ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas.
ADVERTISEMENT
"Di antara negara-negara berkembang, semua negara menghadapi krisis kesehatan, guncangan permintaan eksternal, pengetatan keuangan global, dan penurunan harga komoditas. Mereka akan memiliki dampak parah pada kegiatan ekonomi di eksportir komoditas,” tulisnya.
Defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) Indonesia 2020 diproyeksi melebar hingga 3,2 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Selanjutnya di 2021, CAD mulai mengecil menjadi 2,7 persen.
Meski demikian, lembaga keuangan internasional ini memproyeksi pertumbuhan ekonomi RI akan pulih di 2021. Bahkan IMF memproyeksi ekonomi Indonesia akan mencapai 8,2 persen di 2021.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), proyeksi ekonomi di 2021 itu tercatat yang tertinggi sejak era Presiden Soeharto. Di mana pada tahun 1980 ekonomi RI pernah menyentuh 9,9 persen.
ADVERTISEMENT
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang! 
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white