IMF dan Bank Dunia Kritik Rencana Uang Digital, BI Kukuh Bakal Terbitkan

12 Juli 2022 17:28
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Ryan Rizaldy. Foto: Nicha Muslimawati/kumparan
ADVERTISEMENT
Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia mengkritik rencana bank sentral untuk menerbitkan uang digital atau central bank digital currency (CBDC).
ADVERTISEMENT
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia (BI) Ryan Rizaldy mengatakan, kritik dari IMF dan Bank Dunia tersebut merupakan hal yang wajar. Apalagi, saat ini bank sentral juga masih terus melakukan kajian.
"Ketika kita bicara, itu wajar mencerminkan diskusi global. Ini masih banyak perdebatan apakah CBDC itu meningkatkan kualitasnya. Ada yang ragu ada yang percaya," ujar Ryan saat konferensi pers Side Event G20: Festival Ekonomi Keuangan Digital di Nusa Dua, Bali, Selasa (12/7).
Untuk itu, kata Ryan, Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran di Indonesia harus mampu memberikan solusi agar nantinya CBDC bisa menjawab segala tantangan tersebut. Menurutnya, saat ini BI juga tengah menyelesaikan panduan atau white paper mengenai CBDC.
ADVERTISEMENT
"Bagaimana desainnya agar CDBC punya karakter dalam mendorong inklusi keuangan," ujarnya.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sebelumnya, Bank Dunia menilai mata uang digital bank sentral atau central bank digital currency (CBDC) tidak serta merta berkontribusi langsung kepada inklusi keuangan. Pernyataan ini merespons dari banyaknya negara kini tengah mengembangkan skema CBDC, termasuk Indonesia.
"Sebagai sebuah program [CBDC] yang pasti akan membawa perhatian pada beberapa masalah panjang terkait akses dan penggunaan yang lebih rendah," ujar Lead Financial Sector Specialist Payment System Development Group Bank Dunia, Harish Natarajan.
Sementara itu, Dana Moneter Internasional atau IMF juga menilai CBDC tidak menguntungkan bagi masyarakat maupun perbankan. Karena konsep CBDC saat ini tak ada bedanya dengan dompet digital dimiliki bank komersial.
ADVERTISEMENT
"Dan tidak jelas bahwa CBDC akan memiliki keuntungan," ujar Kepala Divisi Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF, Tommaso Manchini Griffoli.
Dia menjelaskan, CBDC tidak menawarkan suku bunga kepada perbankan maupun masyarakat yang akan menyimpan dananya dalam bentuk uang digital bank sentral. Padahal, masyarakat yang menyimpan dana di bank saat ini mendapat bunga deposito dari bank.
Begitu juga dengan bank komersial yang menyimpan dana di bank sentral saat ini akan mendapatkan bunga. "Deposito bank komersial mungkin sama amannya, tetapi lebih banyak menawarkan imbalan yang lebih tinggi," ujarnya.