Bisnis
·
7 Desember 2020 12:16

Implementasi UU Cipta Kerja, Kemnaker Pertimbangkan Bangun RS Khusus Pekerja

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Implementasi UU Cipta Kerja, Kemnaker Pertimbangkan Bangun RS Khusus Pekerja (76799)
Pabrik Yamaha di Indonesia Foto: dok. Istimewa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mempertimbangkan membangun rumah sakit khusus untuk para pekerja. Hal ini menjadi masukan pemerintah dalam implementasi UU Cipta Kerja di klaster ketenagakerjaan.
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal Kemenaker, Anwar Sanusi mengatakan, pembangunan rumah sakit bagi para buruh/pekerja sangat mungkin dilakukan. Sebab menurutnya, kesehatan para pekerja juga menjadi perhatian pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas pekerja.
“Saya rasa sangat mungkin sekali, ada yang namanya investasi terkait rumah sakit terutama untuk para pekerja. Perumahan kan sudah ada, tinggal nanti rumah sakit-rumah sakit yang nanti kita akan dikhususkan untuk para pekerja,” ujar Anwar dalam webinar Serap Aspirasi Implementasi UU Cipta Kerja, Senin (7/12).
Implementasi UU Cipta Kerja, Kemnaker Pertimbangkan Bangun RS Khusus Pekerja (76800)
Ilustrasi lab Rumah Sakit. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Menurut dia, rencana tersebut nantinya akan dikoordinasikan kembali dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Anwar pun belum mendetail, apakah nantinya rencana pembangunan rumah sakit itu akan menambah beban iuran ke pekerja atau memanfaatkan pos iuran yang telah ada.
ADVERTISEMENT
“Usulannya sangat bagus sekali, tapi kami akan sampaikan kepada BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Anwar menjelaskan, saat ini produktivitas pekerja di Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain. Produktivitas pekerja Indonesia sebesar 74,4 persen, di bawah rata-rata negara ASEAN yang sebesar 78,2 persen. Dengan UU Cipta Kerja, ia berharap produktivitas tenaga kerja bisa meningkat dan memiliki daya saing dengan negara lain.
“Nah ini harus kita respons dengan tepat, berupa keterampilan dengan kompetensi mereka, menciptakan lapangan kerja baru dengan menaikkan investasi, dan pekerja/buruh bisa meningkat produktivitasnya dan memiliki daya saing,” tambahnya.