Bisnis
·
24 Oktober 2020 13:18

Indonesia Bangun Kawasan Industri Halal di Serang dan Sidoarjo

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Indonesia Bangun Kawasan Industri Halal di Serang dan Sidoarjo (407680)
Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin. Foto: Dok. KIP
Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, perlu langkah strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia. Salah satunya melalui pembentukan kawasan industri halal maupun zona halal di dalam kawasan industri yang sudah ada.
ADVERTISEMENT
"Sehingga kapasitas produksi produk halal Indonesia bisa meningkat secara signifikan dan terintegrasi, semakin berkualitas serta berdaya saing global," kata Ma’ruf dalam dalam webinar Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Sabtu (24/10).
Ma’ruf berharap, kawasan industri halal yang tumbuh dan berkembang akan menarik perhatian investor global. Selain itu menjadikan Indonesia sebagai global hub produk halal dunia.
Dia menambahkan, terbitnya Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Tata Cara Memperoleh Surat Keterangan Dalam Rangka Pembentukan Kawasan Industri Halal merupakan langkah awal berkembangnya kawasan industri halal terpadu di Indonesia.
Indonesia Bangun Kawasan Industri Halal di Serang dan Sidoarjo (407681)
Ilustrasi Halal. Foto: Shutter Stock
Hingga saat ini, sudah ada dua kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan industri halal oleh Kementerian Perindustrian, yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten dan SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
"Selain dua kawasan industri halal tersebut, saya menerima laporan bahwa sudah ada enam kawasan lagi yang mengajukan permohonan penetapan kawasan Industri halal. Saya meminta Menteri Perindustrian untuk segera memprosesnya," jelasnya.
Namun demikian, kawasan industri halal tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus merupakan bagian dari ekosistem industri halal nasional dan global. Sehingga diperlukan insentif dan regulasi yang mendukung secara harmonis dan terpadu bagi industri produk halal yang terintegrasi di dalam kawasan ekonomi khusus (KEK).
Saat ini, data-data produksi maupun nilai perdagangan produk halal Indonesia belum terefleksi dengan jelas dalam management information system (MIS) yang terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya kodifikasi yang bisa mengintegrasikan antara sertifikasi produk halal dengan data perdagangan dan data ekonomi.
ADVERTISEMENT
"Sehingga statistik data perdagangan produk halal Indonesia serta penganggaran APBN ke depannya dalam mendukung pengembangan industri produk halal dapat dilakukan dengan lebih mudah dan termonitor dengan baik," pungkasnya.