kumparan
24 Okt 2018 11:17 WIB

Indonesia Dapat Pinjaman dari Jepang Rp 9,4 Triliun untuk Bangun MRT

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii (tengah), Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Kementerian Luar Negeri Desra Percaya (kanan) di Gedung Kedutaan Besar Jepang, Jakarta, Rabu (24/10/2018). (Foto: Elsa Toruan/kumparan)
Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang telah menandatangani nota pinjaman untuk pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta senilai maksimum 70,210 miliar yen atau setara Rp 9,4 triliun. Pinjaman bakal diluncurkan sesuai dengan progres konstruksi.
ADVERTISEMENT
Penandatanganan pertukaran nota bantuan pinjaman dari Jepang untuk Indonesia diteken oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Jendeal Asia, Pasifik, dan Afrika Kementerian Luar Negeri Indonesia Desra Percaya.
Penandantanganan pertukaran nota pinjaman ini menjadi tahap sebelum perjanjian pinjaman diteken antara Badan Kerja sama Internasional Jepang (JICA) dengan Kementerian Keuangan Indonesia nanti siang.
Uji coba kereta MRT Jakarta (Foto: MRT Jakarta)
“Dalam waktu dekat loan agreement akan disepakati antara JICA dan Kementerian Keuangan. Karena dalam pinjaman ini memang ada joint venture antara perusahaan Jepang dan Indonesia dalam pengadaan proyek dan pengadaan Kereta MRT Jakarta,” kata Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii saat ditemui di Gedung Konsulat Jepang, Jakarta, Rabu (24/10).
Adapun pinjaman ini dikucurkan untuk meneruskan pembangunan Jalur Selatan-Utara proyek MRT yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia di DKI Jakarta. Melalui pelaksanaan proyek ini, kapasitas angkutan penumpang diperkirakan akan meningkat mencapai 2.723.748 orang per km/hari.
ADVERTISEMENT
Pinjaman ini bersuku bunga 0,1 persen dengan masa pengembalian 40 tahun. Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii mengatakan, saat ini arus logistik sangat bergantung pada lalu lintas di jalan.
“Oleh karena itu kemacetan bisa menyebabkan iklim investasi menurun, sehingga diharapkan melalui proyek ini akan semakin banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dan menurunkan tingkat kemacetan,” tutupnya.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan